• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (13-03-2018) – Terkait dengan Pejabat Pengadaan barang/jasa dan Staf Pengelolaan BMN (operator SIMAK BMN), tercatat atau tidaknya hasil pengadaan bahan persediaan dalam aplikasi persediaan, juga bergantung kepada Subbagian RT dan BMN yang dilakukan oleh masing-masing biro.

Rupanya, orang Indonesia yang konon katanya memiliki kebiasaan saling menyalahkan ketika menghadapi masalah atau dalam istilah lain selalu mencari kambing hitam, sepertinya hampir dibenarkan oleh yang terjadi di antara pejabat Kemenrisetekdikti.

Pasalnya, saling lempar permasalahan terjadi dan dijelaskan dalam sumber data Klikanggaran.com yang membeberkan tentang pengadaan barang persediaan pada Sekretariat Jenderal sebesar Rp1.614.538.263, yang tidak di-input dalam aplikasi persediaan.

Diketahui, terdapat pengadaan persediaan pada Sekretariat Jenderal Kemenristekdikti dalam hal ini Pejabat Pengadaan barang/ jasa dan Staf Pengelolaan BMN (operator SIMAK BMN), sebanyak 215 transaksi senilai Rp1.614.538.263 yang tidak dicatat dalam aplikasi persediaan.

Akan tetapi, Pejabat Pengadaan barang/jasa dan Staf Pengelolaan BMN (operator SIMAK BMN), melemparkan kelalaiannya pada Subbagian RT dan BMN juga yang dilakukan oleh masing-masing biro, dengan menyampaikan bahwasanya, pengadaan persediaan yang dilakukan oleh masing-masing biro tidak dilaporkan ke Subbagian RT dan BMN. Sehingga hasil pengadaan persediaan tidak di-input dalam aplikasi persediaan.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...