• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Prabumulih, Klikanggaran.com (13-03-2018) - National Corruption Watch (NCW) Kota Prabumulih menilai, pengerjaan double track di jalan Pakjo Sukajadi dari Cambai sampai Stasiun Kota Prabumulih yang dikerjakan kontraktor PT NK diduga menggunakan material sembarangan dan mengesampingkan analisa dampak lingkungan (AMDAL).

Hal itu diutarakan oleh Ketua NCW Prabumulih, Fairuz Syarif pada klikanggaran.com, Selasa (13/03/18).

"Pengerjaan double track itu kami nilai terkesan sembarangan dan mengesampingkan AMDAL. Seperti yang diungkapkan oleh warga setempat, Ibu Wati, yang mengeluhkan rumahnya selalu kebanjiran akibat pembangunan double track itu," ujar Fairuz.

Untuk itulah pihak NCW menghimbau agar pihak KAI melalui subconnya PT NK hendaknya agar mengutamakan AMDAL serta kualitas material pengerjaan yang sesuai dengan RAB yang ada.

"Karena jika hal tersebut dikesampingkan, berapa puluh milyar uang negara yang akan terbuang percuma pada pengerjaan Double Track tersebut? Belum lagi kerugian masyarakat yang ditimbulkan akibat pembangunan tersebut?" tanya Fairuz.

Ditambah ancaman korban jiwa jika nanti terjadi kecelakaan kereta api. Lantaran jalan tersebut notabene juga di lintasi rel yang dilalui kereta bbm, batubara, kontainer serta kereta penumpang.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...