• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (13-03-2018) - Lagi dan lagi! Mungkin menjadi kesempatan empuk bagi pejabat daerah untuk mengambil keuntungan dalam melaksanakan perjalanan dinas. Selain bisa berpergian kemana-mana, juga bisa menginap di hotel mana saja.

Tapi sayang, setiap melakukan perjalanan dinas pasti ada saja kebohongan yang dilakukan. Seperti yang terjadi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada tahun 2016.

Dimana dari laporan yang diperoleh Klikanggaran.com, ditemukan 3.909 perjalanan dinas pada 31 SKPD dari 47 SKPD atau satuan perangkat kerja daerah yang ada di lingkungan Pemkab Kerinci, berupa pemeriksaan dokumen bukti-bukti kuitansi atau bill pada 28 hotel, menunjukkan terdapat pemahalan biaya penginapan pada 167 perjalanan dinas sebesar Rp80.207.000.

Telah terjadi selisih antara biaya yang dibebankan sesuai dokumen pertanggungjawaban sebesar Rp89.472.000 dengan biaya riil penginapan yang dikeluarkan oleh pelaksana perjalanan dinas sebesar Rp9.265.000.

Sehingga terjadi lebih bayar sebesar Rp80.207.000 dari sebesar Rp89.472.000,00 yang dikurangi dengan Rp9.265.000 untuk perjalanan dinas periode 1 Januari s.d. 31 Desember 2016.

Parahnya lagi, itu terjadi pada 13 SKPD yaitu Sekretariat Daerah; Sekretariat DPRD; Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun); Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud); Dinas Koperasi dan UKM; Dinas Pertanian Tanaman Pangan; Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo); Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertans), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM (Disperindag dan ESDM); Dinas Kesehatan; Kecamatan Kayu Aro; Kecamatan Sitinjau Laut; dan Kecamatan Gunung Kerinci.

Hal ini kata publik, memperlihatkan kekonyolan yang nyata, bikin salah koq berjama'ah. Sudah syukur mendapatkan fasilitas yang enak dalam perjalanan dinas tersebut, masih aja nyari untung. Bikin geleng-geleng kepala rakyat saja melihat kelakuan pejabat daerahnya seperti ini.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...