• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (24-06-2018) - Pada tahun 2015, PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) Holding mengembangkan unit bisnis baru di bidang "e-commerce" bernama pasarprodukbumn.com.

Studi kelayakan pengembangan sistem layanan e-Commerce dilakukan oleh konsultan PT Huyula Asri Indonesia. Di mana pekerjaan fisik telah diselesaikan pada Januari, dan PT. RNI menindaklanjuti dengan membentuk unit bisnis e-Commerce pada bulan Januari 2017.

Kemudian, investasi awal e-Commerce, ternyata dari pinjaman bank berupa kredit investasi sebesar Rp 250 juta dengan bunga 11 persen selama 2 tahun.

Selain pinjaman investasi, PT RNI juga melakukan pinjaman modal kerja ke bank sebesar Rp 1,2 milar dengan bunga per tahun 11 persen selama 1 tahun.

Kemudian, proyeksi penggunaan kredit investasi maupun kredit modal kerja dari bank, hanya akan digunakan pada 2 tahun pertama. Pada tahun berikutnya, unit bisnis e-Commerce sudah mampu mandiri dan mempergunakan modal sendiri.

Bisnis e-Commerce PT RNI diproyeksikan nilai penjualan produk unit bisnis e-Commerce mencapai Rp 16,9 miliar, sehingga memberikan laba bersih sebesar Rp 919 juta. Dan, sampai tahun kelima, unit bisnis e-Commerce diproyeksikan akan mampu memperoleh laba sebesar Rp 13,8 miliar.

Proyeksi laba e-Commerce ini sebetulnya tidak realistik, atau hanya seperti sebuah mimpi di siang bolong saja, yang hanya merugikan keuangaan negara. Hal ini bisa dibandingkan dengan Amazon.com dan e-Commerce Blanja.com.

Di mana Amazone yang berdiri tahun 1996 dan baru memperoleh keuntungan pada tahun 2001 sebesar $.5.000.000 setelah mengalami kerugian sebesar $.3.000.000.000 sejak didirikan 6 tahun sebelumnya.

Manajenen situs Blanja.com telah menyebutkan bahwa tahap awal merupakan langkah investasi. Sehingga sesuai hasil perhitungan laba rugi perusahaan belum memperoleh laba sampai tahun 2020, sehingga masih ada rentang waktu selama 5 sampai 10 tahun baru mencapai benefit.

Sebagimana harus diketahui bahwa e-Commerce Blanja.com merupakan ekosistem online marketplace hasil joint venture antara Telkom Group dan e-Bay yang launching pada Desember 2014, telah memiliki lebih dari 1 juta produk dan lebih dari 90 persennya adalah produk lokal dari pebisbis individu, UKM, dan brand ritel ternama.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...