• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (26/11/2017) - Emil Dardak punya pilihan. Dengan keyakinan yang penuh, Emil Dardak daripada terus menjadi Bupati Trenggale, lebih memilih mendampingi atau menjadi pasangan Khofifah Indar Parawansa yang tidak diusung oleh PDI Perjuangan untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur dan wakil Gubernur.

Nah, pilihan Dardak lebih suka mendampingi Khofifah ini membuat Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kecewa berat. Dengan memilih ikut Pilgub Jatim, Dardak dinilai lompat karir. Dan, orang-orang yang suka lompat karir, menurut Hasto, biasanya dilatarbelakangi nilai-nilai pendidikan barat. Di mana aspek-aspek individualisme untuk loncatan karier dianggap sebagai hal yang biasa.

Bagi PDI Perjuangan, untuk menjadi Bupati atau menjadi Gubernur, paling tidak, sekurang-kurangnya menyelesaikan satu tahap, satu periode dulu, sehingga komitmen rakyat tidak dikorbankan.

Tetapi, penyataan Hasto Kristiyanto seperti di atas, dinilai benar-benar tidak adil, kalau hanya untuk "menghujat" seorang Emil Dardak. Untuk itu publik berharap, sebaiknya Hasto Kristiyanto tidak lupa ingatan, bahwa seseorang yang bernama Joko Widodo pernah loncat dari Gubernur DKI Jakarta jadi Presiden. Padahal belum menyelesaikan satu periode Jabatan Gubernur DKI Jakarta, tapi sudah mencalonkan diri menjadi Presiden.

Kemudian, pilihan Emil Dardak untuk ikut pilgub Jatim dinilai bukan tradisi PDI Perjuangan. Maka untuk itu, berdasarkan usulan dari bidang kehormatan, PDIP memberikan sanksi pemecatan seketika itu juga. Karena mungkin, Emil Dardak dianggap belum waktunya untuk menjadi calon Gubernur Jatim, karena belum punya pengalaman, dan kedewasaannya dalam politik belum cukup.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...