• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (11-01-2018) - PT. Perusahaan Gas Negara pada tahun 2014 masih mengantongi pendapatan yang amat tinggi, yaitu sebesar USD.3.253.388.634. Namun, pada tahun 2015 pendapatan perusahaan melorot turun sebesar USD.184.597.789, hanya sebesar USD.3.068.790.845.

Kemudian pada tahun 2016, pendapatan perusahaan gas plat merah ini bukannya naik, malah melorot sebesar USD.134.012.135. Dan, pada bulan September 2017 hanya sebesar USD.2.164.503.396 atau semakin melorot pada kisaran USD.770.275.31.

Dari tahun 2014 sampai tahun 2017, perusahaan gas negara ini sudah kehilangan pendapatan sekitar USD.1.088.885.238 selama tenggang waktu 3 tahun. Kalau satu dollar sama dengan Rp13.000, maka perusahaan gas plat merah ini sudah kehilangan pendapatan sekitar Rp 14,1 triliun.

Hilangnya pendapatan sekitar Rp 14,1 triliun ini tentu sangat disayangkan. Publik pun berasumsi, jangan-jangan kehilangan pendapatan di Perusahaan Gas Negara ini disebabkan pengelolaan manajemen amburadul dan jelek sekali. Padahal, kehilangan pendapatan sama saja mencabut napas perusahaan.

Jadi pertanyaannya, kenapa ada pembiaran di Pesusahaan Gas Negara atas kasus adanya kehilangan pendapatan ini? Padahal manajemen perusahaan yang top dan profesional itu selalu mengantisipasi atau punya solusi ketika perusahaan mengalami satu kali terjadinya kehilangan pendapatan.

Tapi, bagi Perusahaan Gas Negara, "melorotnya" pendapatan satu kali tidaklah cukup, maka dibiarkan perusahaan sampai kehilangan pendapatan sampai dua kali. Apakah, agar perusahaan menemukan potensi kerugian dalam mengelola keuangaan Perusahaan Gas Negara?

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...