• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (10/12/2017) - Direktur Eksekutif Indonesian Club, Gigih Guntoro, mengatakan, Serikat Pekerja Telkom yang tergabung dalam SEKAR saat ini merasa sangat resah dengan konflik yang terjadi antara Telkom dan Sofrecom asal Perancis. Hal ini didasari hubungan diplomatik Indonesia dengan Perancis yang sedang terancam.

Ancaman ini menurutnya berasal dari praktik kotor yang dilakukan oleh PT. Sofrecom Asia di bawah kendali Maneger Direktur Jerome Santrot, dengan melakukan politik adu domba di internal manajemen Telkom atas persoalan tunggakan pemakaian billing system I-Siska yang diduga menggunakan kaki tangannya di tubuh Telkom.

Atas praktik politik adudomba tersebut, manajemen Telkom justru telah terbelah menjadi beberapa faksi yang justru merugikan Telkom sendiri dalam berhubungan bisnis dengan PT. Sofrecom & Orange. Buktinya adalah, sudah tidak ada satu kata dan perbuatan di jajaran manajemen Telkom dalam menghadapi PT. Sofrecom.

Tidak hanya itu, lanjut Gigih, Jerome Santrot diduga juga telah mengancam keberadaan PT Telkom dengan cara mengkonsolidasikan pemain-pemain saham internasional dengan tujuan untuk menghancurkan saham Telkom di bursa saham, khsususnya Newyork Exchange. Terbukti pada bulan Oktober saja, mayoritas pemain saham asing telah melepas saham Telkom mencapai Rp 506 triliun lebih, dan ini kemungkinan besar akan terus berlangsung sampai akhir tahun ini.

Selain itu, tambah Gigih Guntoro, Jerome Santrot diduga juga sedang melakukan persengkongkolan jahat dengan operator tehnologi Informasi asing untuk menguasai dan mengendalikan Telkom. Jerome Santrot justru akan menciptakan proses ketergantungan di Telkom pada PT Sofrecom dan diduga pemain asing lainnya, dengan terus memasok tehnologi informasinya. Praktek ini tentu akan mengancam kedaulatan Telkom untuk berkembang secara mandiri dengan menggunakan tehnologi informasi lokal yang tidak kalah dengan pemain tehnologi internasional.

"Kami dari Indonesian Club melihat bahwa apa yang dilakukan oleh Jerome Santrot sebagai Manager Direktur PT Sofrecom Asia justru telah mengancam hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Perancis ke depannya," ujar Gigih Guntoro pada Klikanggaran.com di Jakarta, Jumat (08/12/2017).

Maka, Indonesia Club mendesak kepada Pemerintahan Indonesia untuk segera : 

1. Melakukan Deportasi Kepada Sdr. Jerome Santrot sebagai Manager Direktur PT. Sofrecom Asia yang berkedudukan di Indonesia, karena telah mengancam kedaulatan bangsa Indonesia dan merusak hubungan diplomatik dengan negara Perancis.

2. Mendesak kepada Pemerintahan Jokowi untuk segera membersihkan anasir-anasir di tubuh Telkom yang diduga menjadi kaki tangan kepentingan asing.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...