Permintaan Maaf Bos Meikarta, James Riady, Apa Hanya Basa-Basi?

Jakarta, Klikanggaran.com (13/9/2017) - Pada akhirnya, Chaiman Lippo Group atau Bos Meikarta, James Riady, meminta maaf atas pembangunan Meikarta yang belum mengantongi izin dari pemerintah daerah. Permintaan maaf ini menjadi pertanyaan publik, apakah permintaan maaf yang tulus ikhlas, atau hanya basa-basi dari seorang yang amat kaya yaitu bos Meikarta atau James Riady? Karena yang ditakutkan publik adalah, hanya untuk menutupi kesalahaannya atas pembangunan Meikarta.

Yang jelas, dengan mengucapkan sebuah permintaan maaf di depan publik, dinilai hanya seperti basa-basi. Karena permintaan maaf itu muncul dari seorang James Riady disebabkan sudah banyak dikritik dan dapat hujatan publik, juga lembaga negara, kepada perusahaan bernama Lippo Group.

Dari yang dapat dirangkum Klikanggaran.com, maksud dari hujatan dan kritikan publik kepada Lippo Group tersebut, agar segera menghentikan pembangunan Meikarta yang tidak punya izin secara hukum. Lalu, sudah tahu tidak mempunyai izin, seharusnya seorang James Riady yang punya kesadaran hukum, menghentikan dulu semua aktivitas pembangunan Kota Meikarta. Tentu saja sebagai penghormatan kepada regulasi hukum yang berlaku.

Bukan tetap giat melaksanakan pembangunan Miekarta, bahkan sudah melakukan pengiklanan secara masif dan terkesan jor-joran oleh anak usaha Lippo Group, yakni PT Lippo Cikarang Tbk. Sikap ini dinilai seperti tak ada rasa malu telah melanggar aturan hukum, dan akhirnya juga dinilai, seperti memperlihatkan ke publik bahwa kekuasaan Lippo Group lebih hebat daripada kekuasaan hukum yang berlaku.

Alasan Bos Meikarta, James Riady, dianggap hanya basa-basi bila dilihat dari pernyataannya. Dimana Meikarta yang dikembangkan oleh anak usaha Lippo Group, yakni PT Lippo Cikarang Tbk, bertujuan untuk menyajikan rumah yang terjangkau. Dia pun mencontohkan hunian di Meikarta yang harganya sekitar Rp 7 juta per meter persegi. Dengan nilai jual per unit mulai Rp 120 juta. Seharusnya harga ini bisa dijangkau para pekerja khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

Mungkin seharusnya, James Riady bisa memberikan permintaan maaf yang tidak dianggap basa-basi, bila perlu menghentikan pembangunan Meikarta. Agar tidak dinilai mentang-mentang sudah minta maaf di depan publik, pembangunan Meikarta tetap ngotot dilaksanakan. Kalau hal ini dilakukan, maka Lippo Group sedang memperlihatkan kesombongan mereka kepada publik, dan sangat melukai hati rakyat Bekasi.

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara