Penuturan Menkeu Soal Ketimpangan Antara Daerah di Indonesia

Jakarta, Klikanggaran.com (11/03/2017) – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyadari kalau ketimpangan antar daerah di Indonesia memang masih terasa. Sehingga, kesempatan masyarakat dalam menikmati fasilitas dasar di masing-masing daerah masih berbeda. Hal ini disampaikannya saat Menkeu memberi kuliah umum di Universitas Harvard, Amerika Serikat, Selasa (07/03/2017).

Dikutip dari laman Kemeterian Keuangan (Kemenkeu), bahwa Presiden Joko Widodo pun memiliki keinginan yang kuat untuk merubah tren ketimpangan antar daerah. Salah satunya sebagai langkah untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Inequality ini menurut saya tidak dapat diterima,” tegas Menkeu saat menjadi dosen tamu dalam Albert H. Gordon Lecture: The New World Order, Call for a Coordinated Global Response.

Dari data yang disampaikan Menkeu, Jakarta sebagai sebuah ibukota negara, kemungkinan tidak mendapatkan sanitasi yang baik, “hanya” berkisar 6 persen. Sementara daerah seperti Maluku atau Papua, angka ini dapat mencapai 98 persen.

“Bandingkan juga dengan anak yang lahir di Jakarta, paling tidak memiliki orang tua yang lulus sekolah menengah atau tinggi. Sementara itu di Maluku atau Nusa Tenggara, bisa jadi lahir dari orang tua dengan tingkat pendidikan lebih rendah,” kata Menkeu.

Untuk itu, pada 3 Januari 2017, pemerintah menyatakan komitmennya untuk mengurangi ketimpangan kesempatan dan pendapatan. Pemerintah akan meningkatkan investasi di bidang infrastruktur, kesehatan, dan bantuan sosial.

“Pemerintah berencana mengalokasikan belanja pendidikan terhadap pelatihan tersier, teknis, dan kejuruan,” tambahnya.

 

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara