3 Nama Legendaris Indonesia Ini Disebut dalam Paradise Papers

Jakarta, Klikanggaran.com (6/11/2017) - Salah satu Hakim Mahkamah Agung, Ejaz Afzal Khan, dalam putusannya pada Jumat (28/07) lalu, mengatakan bahwa Perdana Menteri (PM) Pakistan, Nawaz Sharif, tidak lagi "memenuhi syarat sebagai anggota parlemen yang jujur".

Putusan MA ini terkait dengan penyelidikan tentang harta kekayaan keluarga PM Sharif, menyusul tuduhan yang muncul dalam bocoran dokumen dari jasa firma Panama, Mossack Fonseca, yang kemudian dikenal dengan Panama Papers.

Setelah dikeluarkan putusan tersebut, menyusul kabar bahwa PM Nawaz Sharif telah mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri.

Menyusul skandal tersebut, Panama Papers kembali mengeluarkan bocoran dokumen keuangan skala besar (Paradise Papers) yang berisi 13,4 juta. Dokumen ini mengungkapkan bagaimana orang super kaya, mulai dari Ratu Elizabeth di Inggris, sampai Prabowo, Tommy Suharto, dan Mamiek Suharto, dikabarkan secara diam-diam juga berinvestasi di luar negeri, di tempat surga pajak.

Selain nama-nama yang disebutkan di atas, BBC juga menyebutkan, Menteri Perdagangan Pemerintahan Donald Trump juga memiliki saham di perusahaan yang melakukan transaksi dengan Rusia, yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat.

Data ICIJ menyebutkan, Tommy Suharto, Mamiek Suharto, dan Prabowo Subianto, adalah nama-nama yang termasuk di dalam pengungkapan dokumen. Disebutkan dalam dokumen, Prabowo adalah Direktur Nusantara Energy Resources, perusahaan di Bermuda yang kini telah ditutup.

Sedangkan Tommy yang merupakan pimpinan Humpuss Group, pernah menjadi Direktur dan bos Dewan Asia Market Investment, perusahaan yang terdaftar di Bermuda juga pada 1997 dan ditutup pada tahun 2000.

ICIJ juga mencatat alamat yang sama untuk Asia Market dan V Power, perusahaan milik Tommy Suharto, terdaftar di Bahama, dan memiliki saham di perusahaan mobil mewah Italia Lamborghini, menurut catatan Securities and Exchange Commision.

Sementara Mamiek disebutkan sebagai Wakil Presiden Golden Spike Pasiriaman Ltd, pemilik dan pimpinan Golden Spike South Sumatra Ltd, bersama Maher Algadri, eksekutif Kodel Group, salah satu konglomerat terbesar Indonesia zaman Suharto, menurut Forbes.

Nah, jika Perdana Menteri (PM) Pakistan, Nawaz Sharif, mengundurkan diri setelah temuan dan putusan atas dirinya, bagaimana dengan tiga nama besar Indonesia ini?

Publik tentu menunggu tanggapan dari yang bersangkutan atas hal ini.

 

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara