• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (22/4/2017) - Politisi Partai Gerindra, Rachel Maryam, mengatakan, Pilkada DKl Jakarta sudah selesai, saatnya kita move on.

“Saatnya kita membangun Jakarta bersama-sama, dan saya mengajak seluruh warga Jakarta untuk menciptakan pikiran yang positif di kepalanya, sambil menunggu realisasi janji-janji Anies dan Sandi,” katanya dalam acara diskusi “Setelah Pilkada Usai“ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).

Ia juga mengatakan, ini hanya gubernur versi Quick Count, belum ada keputusan dari KPU DKI Jakarta secara resmi, dan dilantik aja belum.

"Mari kita ciptakan pikiran yang positif, insyah Allah bersama-sama kita bisa membangun Jakarta yang lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, ahli tata kota, Marco Kusuma Wijaya, menyampaikan bahwa Pilkada ini bukan hanya menghasilkan pemimpin, gubernur dan wakil gubernur. Tetapi, juga menghasilkan kehendak politik terhadap program-program, terutama yang mendasar, yang selama ini terabaikan.

“Pilkada ini menghasilkan banyak ide, menghasilkan banyak pengetahuan, menghasilkan banyak konsep, dan ini sangat berharga,” kata Marco di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Karena itu, lanjutnya, kita bisa mulai untuk move on, dan pengetahuan itu termasuk pengetahuan tentang diri kita. Misalnya, bahwa potensi konflik memang ada, barangkali potensi irasionalitas, barangkali memang ada potensi sebaliknya yang rasional.

"Saya rasa ini berharga dan kita berkepala dingin. Kita analisa semua ini untuk move on. Jika tadi kata Rachel move onnya itu bukan move on yang asal, tapi move on yang ada pengetahuannya, ada idenya, ada datanya, dan kepala dingin," ujarnya.

Keadaan nasional secara umum sebuah kota itu memang lebih tinggi intensitas konflik maupun intensitas kreativitasnya. Karena orang berada bersama-sama dalam tempat yang padat.

"Kalau di kampung, kan tetangga Anda kurang lebih sama berpikiran dengan Anda, tapi kalau di kota tetangga itu bisa sangat berbeda. Di sebuah kota memang tidak bisa berdiri tanpa persatuan. Oleh karena itu, mari kita galang kembali persatuan, dengan memanfaatkan semua pengetahuan, data apa pun baik buruknya kita analisa sama-sama untuk move on," tandasnya.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...