• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (17/01/17) - Genk Rape, atau kekerasan seksual yang dilakukan terhadap anak kian menjadi. Di awal 2017 kasus kekerasan terhadap anak menjadi perhatian penting bagi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA). Terbukti, belum sebulan sudah ada 4 laporan yang masuk ke Komnas PA terkait kekerasan anak, khususnya yang dilakukan secara bergerombol, atau Genk Rape.

Kasus pertama terjadi di daerah Samosir, Sumatra Utara. Bocah kecil kakak beradik diperkosa secara bersama oleh 7 orang tetangganya. Lima hari selanjutnya terjadi juga pemerkosaan terhadap seorang siswi SMP yang dilakukan oleh 8 orang secara bergantian.

"Diduga pelaku mengkonsumsi narkoba sebelum melakukan aksi terhadap anak SMP tersebut," ujar Aris Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas PA.

Dua kasus selanjutnya terjadi di daerah Deli Serdang, Sumatra. Seorang anak SD kelas 6 diperkosa secara bergantian oleh 10 orang pelaku, dan terakhir yang paling parah, seorang anak berusia 6 tahun di Sorong, Papua, diperkosa oleh 3 orang sampai dilakukannya pembunuhan.

Ini sebenarnya menunjukkan, masih banyaknya kekerasan yang terjadi di Indonesia adalah karena kurangnya kontrol pemerintah dalam menangani ini. Agar selanjutnya akan ada hukuman dan sanksi jera bagi pelaku.

"Akan dilakukannya tindakan hukum secara maksimal agar ada efek jera nantinya," ujar Asrorun Ni'am, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada Klikanggaran.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...