• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (26/11/2017) - Rakyat tidak pernah meminta, mana bagianku dari APBD? Asalkan penggunaannya dilakukan dan disalurkan dengan baik. Rakyat sakit pun tidak pernah berteriak meminta dibantu oleh pemerintah.

Seperti halnya yang dialami oleh ananda Komeng (17), anak asal Bulukumba yang sudah 10 tahun terbaring karena menderita gizi buruk. Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan itu, Komeng jauh dari sentuhan dan pemerintah setempat.

Padahal, di Pemerintahan Kabupaten Bulukumba sendiri memiliki Program Usaha Perbaikan Giji Keluarga (UPGK), tapi kenapa Komeng tidak tersentuh sama sekali selama satu dekade tersebut?

Ditambah, per 31 Desember 2016 ada dana yang peruntukannya adalah pada bantuan operasional kesehatan sebesar Rp1.551.376.320.

Selain itu, urusan kesehatan dianggarkan sebagai belanja pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp278.170.563.350 dan dapat direalisasikan sampai dengan akhir tahun anggaran sebesar Rp251.548.435.393 atau 90,43 persen.

Sehingga rakyat mengerti, bukan seberapa banyak anggaran yang dikelola, tapi terlihat tak ada niat untuk membantu. Padahal, andai sedikit pun anggaran, tapi jika ada niat dari pemerintah untuk membantu rakyatnya, lebih berharga ketimbang pemerintahnya tidak peduli.

Maka, belajar dari pengalaman bocah malang ini, dan banyak pengalaman lain, rakyat pun harus cerdas dalam memilih pemimpin yang peduli dan bukan pemimpin yang hanya baik di awal saja.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...