• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (16-04-2018) - Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi di Kedutaan Besar Amerika Serikat pada hari Senin (16/4/2018). Selain KSPI, aksi juga melibatkan serikat pekerja lain seperti PPMI, FSPASI, FSUI, dan elemen buruh lainnya. Demikian disampaikan anggota Majelis Nasional KSPI, Riden Hatam Aziz, yang juga Sekjend Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Riden menegaskan, aksi solidaritas ini dilakukan untuk mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Aksi solidaritas untuk Palestina ini akan dimulai dari Patung Kuda, kemudian longmarch ke Kedubes Amerika Serikat.

“Aksi ini untuk menyikapi apa yang terjadi di Palestina. Dimana saat ini sedang terjadi penindasan yang sudah melampaui batas kemanusiaan terhadap warga Negara Palestina, yang sedang melakukan aksi damai menuntut dikembalikannya tanah air mereka yang dirampas di perbatasan Israel berupa penembakan yang menewaskan puluhan warga Palestina yang dilakukan oleh tentara Israel,” kata Riden.

Gerakan buruh, menurut Riden, harus ikut bersuara terhadap penjajahan rakyat Palestina.

“Ini sejalan dengan dengan amanah konstitusi, bahwa penjajahan di atas muka bumi harus dihapuskan,” lanjutnya.

Terpisah, Presiden KSPI yang juga sebagai Governing Body ILO juga menyatakan hal serupa.

“Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, termasuk bangsa Palestina," kata Said Iqbal.

Oleh karena itu, lanjut Said Iqbal, kaum buruh akan berdiri di garda depan untuk merawat perdamaian dan kemanusiaan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal International Trade Union Confederation (ITUC), Sharan Burrow, mengatakan bahwa pengumuman Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah tindakan yang memecah-belah dan sembrono. Bahkan, sikap ini merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina.

"Pengumuman Presiden Trump, yang secara sepihak mendefinisikan status tersebut, bukan hanya penghinaan terhadap orang-orang Palestina, terutama mereka yang tinggal di Yerusalem. Tetapi, ini juga merusak upaya untuk mewujudkan perdamaian dan pembentukan solusi dua negara berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan sesuai dengan resolusi 242 Dewan Keamanan PBB 242 dan 338," kata Sharan Burrow.

ITUC beranggotakan 181 juta pekerja di 163 negara dan wilayah yang memiliki 340 afiliasi nasional, dimana salah satunya adalah KSPI.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...