• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (11-10-2018) - Posisi pendidikan Republik Indonesia (RI) saat ini masih dinilai rendah. Hal ini dinyatakan dalam rilis Bank Dunia (World Bank/WB), Kamis (11/10/2018).

Dalam acara IMF-WB Annual Meetings 2018, World Bank menyebutkan Indonesia menempati peringkat 87 dari 187 negara yang terangkum dalam Indeks Modal Manusia atau Human Capital Index (HCI).

World Bank juga mengatakan dalam laporan rilisnya, indeks yang diperoleh Indonesia tercatat 0,55 dari angka tertinggi 1. Bahkan, posisi tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN, seperti Singapura (1), Vietnam (48), Malaysia (55), dan Thailand (65).

Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, mengatakan, tingkat kesehatan dan pendidikan penuh anak-anak di Indonesia pada usia 20 hanya mencapai 55%.

"Yang patut digarisbawahi adalah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di masa depan hanya 55% dari potensi seharusnya yang dapat dicapai bila anak-anak Indonesia mendapatkan kesehatan dan pendidikan secara penuh," ungkapnya.

Bila menerka lebih jauh, realisasi dari alokasi dana pendidikan sebesar 20% dari anggaran belanja negara kerap kali tidak sesuai harapan. Di tahun 2017 misalnya, realisasi hanya mencapai 97,1% sebesar Rp 36,8 triliun dari nilai anggaran Rp 37,97 triliun.

Meski angka itu mendekati realisasi secara penuh, kenyataan di daerah berkata lain. Sebab masih banyak daerah yang tidak menganggarkan keuangan daerah untuk urusan pendidikan tidak mencapai 20%. Di Kabupaten Bogor misalnya, hanya menganggarkan 8,7% untuk urusan pendidikan.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...