Alumni Kanisius 86 Undang Anies Baswedan untuk Dipermalukan?

Jakarta, Klikanggaran.com (13/11/2017) – Dalam rangka memperingati 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius, sekolah yang konsisten sampai sekarang hanya untuk laki-laki, bertempat di Menteng Raya ini, untuk pertama kalinya memberikan Penghargaan Kanisius pada 5 alumni dari berbagai generasi. Demikian Siaran Pers dari Perkumpulan Alumni Canisius 86 yang beredar di WhatsApp Group pada hari Minggu (12/11/2017).

5 alumni ini tersaring dari 95 finalis yang menjadi kandidat. Mereka adalah Ananda Sukarlan (komponis & pianis), Derianto Kusuma (pendiri Traveloka), Romo Magnis Suseno (tokoh Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka), dan Dr. Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma).

Hadir dan memberi pidato pembuka di acara akbar di JIFest yang dihadiri oleh ribuan alumni Kanisius (Sabtu 11 November 2017) ini adalah Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Saat ia memberi pidato, Ananda Sukarlan berdiri dari kursi VIP-nya dan walk out, menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap pidato Anies. Aksi ini kemudian diikuti oleh ratusan alumni dan hadirin lainnya.

Setelah memberikan pidato yang disambut dengan dingin oleh hadirin yang tinggal, Anies Baswedan meninggalkan tempat. Hadirin yang tadinya walk out pun memasuki ruangan kembali.

Saat pemberian penghargaan kepada 5 tokoh ini, Ananda mendapat giliran untuk pidato selama 10 menit. Di pidato itu setelah ia mengucapkan terima kasih, juga mengkritik panitia penyelenggara.

"Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun Anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan," katanya.

Setelah turun dari panggung, Ananda disalami dan mendapat pujian dari para nominator penerima penghargaan, antara lain mantan Menteri Ir. Sarwono Kusumaatmaja dan Pater E. Baskoro Poedjinoegroho S.J., Kepala SMA Kanisius.

Siaran pers tersebut mendapat tanggapan dari Yap Hong Gie, yang menyesalkan insiden yang menurutnya sangat memalukan itu.

“Apakah mengundang tamu kemudian mempermalukannya itu memang tata nilai Canisians dan Kanisius?” tanya Yap Hong Gie mengawali tanggapannya, Senin (13/11/2017).

Sungguh merendahkan nilai Canisius, lanjut Yap Hong Gie, bahwa perayaan kebesaran 90 tahun Canisius “diberaki" oleh sikap politik yang berjiwa kerdil dan wawasan sempit, direpresentasikan oleh Saudara Ananda Sukarlan.

“Terlebih memalukan lagi, beliau seakan bangga atas sikap dan statement politiknya yang ditumpangi dalam perayaan Canisius. Seolah-olah Cansius adalah ormas politik tertentu,” tutur Yap Hong Gie.

Seperti statement Ananda: "Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan", menurut Yap Hong Gie adalah suatu penghinaan terhadap intelek kita yang seakan-akan dianggapnya bodoh, tidak paham mana statement politik, mana suara hati nurani, dan nilai kemanusiaan.

“Adalah kewajiban dan tanggung jawab kita semua untuk menjaga agar Canisius tidak disusupi oleh anasir-anasir politik yang ingin menjadikan lembaga pendidikan yang kita cintai ini menjadi suatu onderbouw dan kegiatan partai politik tertentu,” tutup Yap Hong Gie.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara