• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (25/03/2017) – Setelah mendapatkan kouta haji lebih dari pemerintah Arab Saudi pada bulan kemarin. Kali ini para jama’ah haji Indonesia harus merogoh koceknya lagi sekitar Rp 249 ribu.

Kesepakatan Biaya Penyelenggara Ibadah Haji 1438H/2017M tersebut telah ditandatangani oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan seluruh pimpinan Komisi VIII DPR RI M pada Rapat Kerja di ruang rapat Komisi VIII DPR, di Jakarta, pada Jumat (24 /3) siang.

Namun, alasan kenaikan biaya haji tersebut sangat mengejutkan. Mereka menganggap hal itu wajar, rasional, objektif, dan proporsional. Karena berdasarkan dua hal penting, pertama, mempertimbangkan kenaikan bahan bakar Avtur, dan kedua mempertimbangkan faktor inflasi di Pemerintahan Arab Saudi.

Dan, kenaikan biaya haji ini hanya akan membebani para jama’ah Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi melalui pesan singkatnya pada Sabtu (25/03).

“Salah satu indikator kinerja Menteri Agama baik. Namun, ongkos haji tidak boleh naik. Dengan adanya kenaikan ongkos naik haji ini, memperlihatkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, tidak berpihak kepada jama’ah haji. Malahan dengan kenaikan ongkos haji hanya akan membebani saja,” tegas Uchok Sky Khadafi.

Maka, Uchok Sky Khadafi meminta agar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mundur saja dari jabatannya, agar biaya naik haji kembali normal kemabali.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...