• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (17/01/2017) - Masuk awal tahun 2017 masyarakat cukup dikagetkan dengan laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyatakan bahwa kasus kekerasan terhadap anak sudah mencapai tiga ribuan kasus. Tahun lalu, 2016 KPAI menerima laporan sebanyak 3.581 kasus pengaduan terhadap kekerasan anak. Dari sekian banyak masalah yang ada, masalah hak pendidikan terhadap anak justru menurun dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan dari segi jaminan pendidikan termasuk lebih baik dari tahun sebelumnya. Tapi, siapa sangka, baik dari urusan pendidikan belum tentu baik dari aspek lainnya.

KPAI sendiri mencatat, ada beberapa aspek perlidungan terhadap anak itu dilakukan. Kasus anak terhadap hukum, pengasuhan anak dan keluarga, kasus anak dalam urusan pendidikan, serta yang paling dominan di akhir tahun 2016 ini adalah kejahatan anak berbasis pornografi dan siber (cyber crime). Adanya peningkatan kasus kekerasan anak berbasis cyber crime ini menunjukkan kekurangan pengawasan. Proteksi yang dilakukan tidak hanya oleh KPAI, tetapi dalam hal ini adalah orang tua anak itu sendiri.

Kejahatan berbasis cyber pun beragam bentuk, di antaranya penculikan, prostitusi online, hate speech, serta yang tidak hentinya sampai sekarang adalah bullying. Bullying menjadi trend saat ini, dan ternyata bukan hanya kaum dewasa dan orang tua saja, tetapi anak pun ikut terjangkit.

KPAI dalam mengantisipasi masalah ini, terlebih masalah cyber crime terhadap anak juga sangat massif. Keamanan berbasis IT memang sangat diperlukan, terlebih cyber. Kalau memang masalah utamanya cyber crime, proteksi melalui IT harus selalu digalakkan. Keamanan yang lemah membuat anak merasa kehilangan keamanan terhadap dirinya.

"Menurut saya kekerasan bullying terhadap anak zaman sekarang sangat banyak dan massif. Coba lihat saja, banyak sekarang di media, atau bisa kita liat langsung," ujar Ninda, mahasiswi Unindra kepada Klikanggaran.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...