• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (07/12/2017) - Kejangalan pada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuat publik bertanya-tanya terkait pengelolaan aset yang diduga bermasalah. Alat-alat laboratorium pada Pusat Inovasi Logam Morowali dan Politeknik Industri Morowali menghabiskan APBN hingga Rp 55,47 miliar pada tahun 2015.

Namun, siapa sangka, hasil penelusuran Klikanggaran.com lebih dalam lagi, ditemukan bahwa pengadaan alat-alat laboratorium pada Pusat Logam Morowali dan Politeknik Industri Morowali Kemenperin berpotensi rusak, hilang, bahkan tidak dapat dimanfaatkan sesuai rencana.

Hal ini dinilai publik sebagai bentuk pembangkangan terhadap undang-undang yang berlaku, dan melabrak kesepakatan bersama untuk penghematan anggaran.

Di tengah kesulitan pendapatan negara yang paceklik seharusnya Kemenperin lebih memahami, mana pertimbangan aspek yang mesti diprioritaskan dan dimanfaatkan terlebih dahulu.

Tapi, terkadang pola pejabat kita ini seperti lebih suka menyimpang, sehingga banyak anggaran yang lose begitu saja, tanpa ditindaklanjuti sebagai keseriusan pemerintah untuk memajukan Indonesia.

Mestinya, aparat hukum sudah menindaklanjuti masalah ini, karena anggaran pengadaan alat tersebut tidak sedikit, yaitu Rp 55,47 miliar dan mungkin saja ada kejanggalan.

Maka, mewakili publik Klikanggaran.com meminta kepada aparat hukum, baik itu KPK maupun Kejaksaan Agung, untuk menyelediki aset di Kemenperin tersebut.

 

Subcategories

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...