• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Klikanggaran.com (10-04-2018) - Organisasi kemahasiswaan yang lahir pada 17 April 1960 M atau 17 Syawal 1379 H di Desa Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau yang disingkat PMII, sepekan ke depan akan menyelenggarakan hajat bersama dalam rangka perayaan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-58 di Kota Metropolitan terbesar yang berada di Jawa Barat, yaitu Kota Bandung.

Pemilihan tempat untuk merayakan hajat bersama dalam rangka Harlah PMII ke-58 tentu tidak diatur dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMII, apalagi Peraturan Organisasi (PO).

Seperti diketahui bersama, dari informasi yang telah beredar di ruang publik dan aktivis pergerakan sekitar dua bulan yang lalu, terhitung sejak Februari 2018 melalui akun Instagram yang beralamat di "pbpmii_official" desas-desus perayaan Harlah PMII ke-58 di Kota Bandung telah dikumandangkan lewat seruan sosial media.

Dalam hal ini, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang menjadi instrumen strukturisasi paling tinggi diketahui belum juga mengeluarkan surat edaran berbungkus undangan yang hendak menyuarakan permohonan untuk kader-kader PMII hadir di perayaan tersebut. Padahal prosesi yang demikian telah hitungan hari.

Selanjutnya, masih dalam nuansa Harlah PMII ke-58, tentunya pemilihan tempat yang akan diselenggarakan di Kota Bandung merupakan hasil musyawarah bersama yang melahirkan keputusan sebagai langkah kebijakan yang mesti ditetapkan dan dijalankan.

Namun dalam hal ini, perlu kita ketahui bersama, apa yang menjadi keutamaan yang dapat dijadikan sebagai spirit bersama tentang pemilihan tempat tersebut. Adakah hal yang direkomendasikan sebagai dasar utama sebagai formula atas ketetapan yang tepat mengenai pemilihan tempat? Ataukah ada indikasi lain yang tidak dapat disebutkan alasan mengapa Harlah PMII ke-58 digelar di Kota Bandung?

Atau, benarkah pemilihan tempat tersebut lahir dari serangkaian pemikiran yang di mana akan terjadi sebuah momentum bersama terkait tahun politik 2018? Yakni Pilkada yang juga sedang memanas di tempat tersebut?

Terlebih para kader pergerakan saat ini dibanggakan atas jamuan yang tersedia bahwa Presiden RI, orang nomor satu di Indonesia, akan ikut serta meramaikan kegiatan tersebut. Tidak hanya itu, restu atas Gubernur Jawa Barat rupanya juga telah tersematkan untuk kegiatan tersebut.

Hemat penulis, Harlah merupakan hajat bersama dalam rangka wujud dari refleksi bersama atas segala karunia yang tetap terjaga di usianya yang ke-58. Agenda wajib yang selalu dirayakan setiap tahun ini memang tidak diatur dalam AD/ART dan PO terkait perumusan dan pemilihan tempat. Oleh sebab itu, PB PMII yang menjadi bagian sebagai instrumen tertinggi dalam strukturisasi diharapkan dapat bijak tidak dengan mengedepankan kepentingan personal, apalagi membuka formula jamuan politisasi.

Penulis : Imroatus Sholihah, Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jakarta Selatan

*Opini kolumnis ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...