• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Klikanggaran.com (22-04-2018) – Baru saja kita diingatkan kembali pada masa dimana sebelumnya harkat dan martabat perempuan begitu rendah dan acapkali mendapat diskriminasi di ruang publik.

Tanggal 21 April yang diperingati sebagai Hari Kartini menjadi momentum sakral di Indonesia. Sebagai pintu masuknya kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki sebagai warga negara.

Bahwa pada hakekatnya, perempuan dan laki-laki memiliki posisi yang sama di kehidupan sosial dan bernegara dalam kedudukan, hak, kewajiban, tanggung jawab, peran kesempatan yang sama. Tak bisa disangkal, Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor keperempuanan telah mengubah kesempatan perempuan untuk bisa melihat dunia lebih luas dengan adanya hak perempuan mengenyam pendidikan. Dengan itu pula, perempuan bisa lebih cerdas sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Di sisi lain, bergulirnya reformasi telah membuka pintu keterlibatan perempuan secara lebih luas dalam kehidupan politik dan pengambilan kebijakan. Dimana sebelumnya, hak dan peran perempuan  di ruang politik masih mengalami stigmatisasi, domestikasi, dan kooptasi. Proses transisi demokrasi yang telah dan sedang berjalan sedikit banyak memungkinkan perempuan untuk mengklaim ruang bagi kesetaraan dan keadilan gender di lembaga-lembaga yang baru muncul atau yang direformasi.

Keterlibatan dan keterwakilan perempuan dalam lembaga-lembaga pembuat kebijakan publik dipandang penting dan menjadi prioritas gerakan perempuan. Hal ini mengingat perempuan sering berada pada posisi yang kurang menguntungkan dalam berbagai aspek kehidupan. Salain itu, karena komposisi masyarakat yang isinya laki-laki dan perempuan, sehingga sudut pandang dari perempuan juga sangat diperlukan di dalamnya. 

Program pemerintah dalam pemberdayaan perempuan pun telah menginjak tahun ketiga puluh empat, sejak tahun 1978 hingga kini. Melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), pemerintah terus berupaya mewujudkan keberhasilan dalam pemberdayaan perempuan. Upaya tersebut diintegrasikan ke dalam program pembangunan nasional, bentuknya bermacam-macam, mulai dari kebijakan, program, dan kegiatan baik di tingkat nasional dan daerah. 

Harapannya, kesetaraan gender dapat mengubah hubungan kekuasaan yang tidak setara antara perempuan dan laki-laki, yang menghambat secara struktural dan budaya. Pada posisi usaha yang begitu besar dilakukan oleh perempuan untuk mendapatkan kesetaraannya, peran laki-laki dalam mendukung kemajuan perempuan perlu juga untuk dikedepankan. Sehingga makna saling melengkapi antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari kian maju dan harmonis.

Selamat memaknai perjuangan Kartini, dan menjadi Kartini-Kartini Indonesia yang tangguh.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...