• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Palembang, Klikanggaran.com (02-10-2018) - "Berburu Harus Dapat Buruan." Begitu ucap sang begawan, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), H Boyamin Saiman, beberapa waktu yang lalu pada Klikanggaran.com.

Dalam upaya mengungkap tabir gelap mega skandal dugaan korupsi dana hibah Sumsel 2013, MAKI adalah satu-satunya LSM yang getol memperjuangkan nasib korban kebiadaban praktek korupsi, yakni masyarakat Indonesia pada umumnya dan Sumatera Selatan khususnya.

Titik terang penyelesaian dugaan korupsi pencairan dana hibah Sumsel 2013 bak pepatah, tak semudah membolak-balikkan telapak tangan, butuh perjuangan dan kerja keras ekstra. Hal ini ditandai, sudah empat kali pihak MAKI mengajukan Praperadilan atas kasus yang diduga merugikan keuangan negara senilai 21 miliar tersebut ke PN Jakarta Selatan dengan Register Nomor71/Pid.Pra/6/2018/PN.Jak.Sel tanggal 5 Juni 2018, yang diterima oleh Yunrizal, SH. MH.

Dalam lanjutan penanganan kasus dana hibah Sumsel 2013, mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin telah dipanggil oleh pihak penyidik. Dengan sejumlah alasan Alex Noerdin baru bisa memenuhi undangan pada surat pemanggilan ketiganya pada pekan lalu. Dan, hari ini (02 Oktober_red) pihak Kejaksaan Agung RI diketahui juga menjadwalkan pemanggilan setidaknya untuk 15 orang saksi yang merupakan pejabat dan mantan pejabat teras di lingkup Pemrov Sumsel.

Mereka adalah para Kepala Badan, Kepala Biro, dan Kepala Dinas Pemrov Sumsel yang menjabat di era tahun 2013 yang lalu.
Pemanggilan tersebut berdasarkan surat pemanggilan yang ditandatangani oleh Jaksa Agung Pidana Khusus Direktur Penyidikan Selaku Penyidik Warih Sadono tertanggal 26 September 2018. Adapun ke-15 pejabat dan mantan pejabat tersebut yakni:

Direktur Rumah Sakit Ernaldi Bahar Prov Sumsel tahun 2013, Kepala Dinas PU Bina Marga Pemrov Sumsel 2013, Kepala Dinas PU Pengairan Pemrov Sumsel 2013, Kepala Dinas Pu Cipta Karya Prov Sumsel 2013, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Pemrov Sumsel 2013, Kepala Badan Lingkungan Hidup Pemrov Sumsel tahun 2013, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemrov Sumsel 2013, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel tahun 2013, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumsel 2013, Kepala BP3MD Provinsi Sumsel 2013, Kepala Dinas dan Kebudayaan dan Pariwisata 2013, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel 2013, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumsel 2013, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Sumsel 2013, dan Kepala Dinas Pertanian Provins Sumsel 2013.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...