• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (06-01-2018) - Menakar kerja KPK sampai 2017 lalu, menjadi hal yang patut diapresiasi. Karena keberhasilan KPK memproses perkara pejabat daerah sampai anggota DPR. Tapi, belum lengkap rasanya jika kasus-kasus yang dulu ada juga belum tertuntaskan. Seperti kasus korupsi mega skandal BLBI.

Menurut Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman, kasus korupsi BLBI merupakan mega skandal terbesar yang dihadapi bangsa ini. Bahkan sebelum KPK lahir, kasus ini sudah eksis sejak tahun 1998.

"Menjadi uji nyali tersendiri bagi KPK dengan misi menuntaskan kasus BLBI di tahun 2018. Karena sudah menjadi rahasia umum, mega skandal BLBI melibatkan kalangan elite yang saat ini masih berkuasa dan tak tersentuh," tutur Jajang pada Klikanggaran.com di Jakarta, Sabtu (06/01/2018).

Jajang menjelaskan, salah satunya adalah dugaan keterlibatan Budiono. Selaku Direktur BI saat itu, Boediono bersama jajaran direksi BI lainnya memutuskan untuk memberikan kelonggaran fasilitas terhadap sejumlah bank ketika dikhawatirkan terjadi persoalan likuiditas dan penarikan dana oleh nasabah.

“Keterlibatan Boediono dalam kasus BLBI sebenarnya sudah terang benderang. Bahwa dengan adanya Putusan Mahkamah Agung No 977,979,981 K/Pid/2004 tanggal 10 Juni 2005, yang menyebut Boediono ikut dalam rapat Direksi BI pada 15 Agustus 1997,” terang Jajang.

“Dalam menuntaskan kasus BLBI, tentu hal yang sulit dituntaskan sendiri oleh KPK. Perlu ada kerja sama dan “koordinasi” yang baik antara KPK, Kejaksaan, dan Polri, secara khusus untuk menangani BLBI,” tutup Jajang.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...