• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Palembang, Klikanggaran.com (03-11-2018) - SK Gubernur No.310 tentang penunjukan SKPD terkait yang akan melakukan verifikasi terhadap usulan calon penerima bantuan dana hibah terbit tanggal 20 Maret 2013 setelah dikeluarkan Surat Keputusan Gubernur No. 96/KPTS/BPKAD/2013 tertanggal 21 Januari 2013 tentang penerima hibah dan bantuan sosial.

Hal ini seakan menunjukkan para penerima dana hibah tidak melalui proses verifikasi karena SK Gubernur No.96/KPTS/BPKAD/2013 tentang para penerima dana hibah mendahului SK Tim verifikasi.

'AN' selaku Gubernur Sumatera Selatan kala itu kalau tidak salah membenarkan bahwa Ia menerbitkan SK Gubernur No.310/KPTS/KESBANGPOL/2013 tentang pembentukan tim verifikasi penerima bantuan dana hibah tahun anggaran 2013 tanggal 20 Maret 2013 di hadapan persidangan dugaan korupsi Kaban Kesbangpol dan Kepala BPKAD.

SK Gubernur No.310 tentang pembentukan tim verifikasi dapat menjadi alat bukti penyidik Kejagung untuk menetapkan 'AN' selaku tersangka dugaan korupsi dana hibah pada APBD Sumsel 2013 karena kelalaiannya mengakibatkan negara dirugikan.

Menurut Auditor Utama BPK RI, Nyoman Wara, di dalam audit kerugian negara No. 51 pada halaman 1 dan 2 tertanggal 30 Desember tahun 2016, akibat Gubernur Sumsel tidak menunjuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melakukan evaluasi dan verifikasi usulan dana hibah, negara dirugikan sebesar Rp121.172.517.000.

Surat Keputusan Gubernur No.96/KPTS/BPKAD/2013 tanggal 21 Januari 2013 tentang penerima hibah dan bantuan sosial pada anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013 mendahului usulan proposal bantuan dana hibah dari Badan Kesbangpol Sumsel No.800/84/BAN.KESBANGPOL/2013 tertanggal 31 Januari 2013.

Hal ini mengindikasikan terjadinya dugaan pemalsuan dokumen berupa lampiran SK Gubernur No.96 tentang nama-nama dan besaran penerima hibah karena bukan berdasarkan SK Kesbangpol No.800 tertanggal 31 Januari 2013.

Artinya, usulan Proposal yang ada di dalam SK Gubernur No.96/KPTS/BPKAD/2013 tanggal 21 Januari 2013 tentang penerima hibah dan bantuan sosial pada anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013 bukanlah usulan dari Badan Kesbangpol Sumsel.

Namun, Kaban Kesbangpol Sumsel dinyatakan bersalah dan dihukum serta dipecat dari PNS karena dinyatakan bersalah membuat usulan di dalam SK Gubernur No.96 tentang nama-nama penerima hibah.

Bahwa belanja hibah adalah belanja khusus kepala daerah yang dituangkan dalam Permendagri No.32 tahun 2011 pasal 1 angka 1 menyebutkan, Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, dan Walikota. Perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. Kemudian pada pasal 4 ayat (1) Pemerintah Daerah dapat memberikan hibah sesuai kemampuan keuangan daerah.

Kedua pasal tersebut menyatakan bahwa belanja dana hibah merupakan belanja khusus kepala daerah setelah urusan wajib diselesaikan. Hal ini dijelaskan pada ayat (2) pemberian hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah memprioritaskan pemenuhan belanja urusan wajib.

Berdasarkan Permendagri No.32 tahun 2011 seharusnya Kepala Daerah yang dimintai pertanggungjawaban terhadap kucuran dana hibah ke pihak ketiga. Namun, sepertinya proses lanjutan pengungkapan dana hibah pada APBD Sumsel 2013 akan berlangsung lama.

"Sangat mengherankan lambannya pengungkapan pelaku lain ataupun pelaku utama tindak pidana korupsi dana hibah pada APBD Sumsel tahun 2013 berdasarkan peraturan Perundang-undangan dan alat bukti yang sudah disita oleh Kejagung. Atau, mungkin tidak akan pernah terungkap?" tanya Ir Feri Kurniawan, sekaligus mengakhiri analisa singkatnya pada Klikanggaran.com, Sabtu (03/11/18).

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...