• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (19-07-2018) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pulau Sumatera. Kali ini Wilayah Sumatera Utara yang menjadi target dilakukannya OTT tersebut.

Seperti diketahui, pada Selasa, 17 Juli 2018 kemarin, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap beserta keempat orang lainnya.

Tiga orang di antaranya yang merupakan pihak swasta ditangkap di Labuhan Batu, Sumatera Utara. Sementara Pangonal beserta satu orang lain yang merupakan ajudannya ditangkap di Bandara Soekarno Hatta.

Pangonal terjaring OTT KPK terkait dugaan suap pengurusan sejumlah proyek pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). KPK menduga ada suap dari pihak swasta terkait proyek pembangunan yang menyangkut Dinas PUPR tersebut.

KPK mengamankan barang bukti berupa bukti transfer ratusan juta yang diduga menjadi uang pelancar yang diberikan oleh swasta terhadap Bupati Labuhanbatu tersebut.

Pangonal sendiri baru dua tahun menjabat sebagai Bupati Labuhanbatu pada masa periode 2016-2021 dengan Andi Suhaimi sebagai wakilnya.

Jika melihat kasus yang sama sebelumnya, OTT yang dilakukan KPK terjadi berurutan di pulau Sumatera. Dari mulai penangkapan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah terkait suap dana otonomi khusus (otsus), lalu dilanjutkan dengan penangkapan Anggota Komisi VII DPR RI terkait suap pembangunan proyek PLTU RIAU 1.

Dan, sekarang giliran Bupati Labuhanbatu Sumut ditangkap terkait suap proyek yang dijalankan oleh Dinas PUPR.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...