Menunggu Tersangka Baru dari Kota Malang

Jakarta, Klikanggaran.com (11/8/2017) - Penggeledahan sejumlah ruangan di Kota Malang oleh sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti ruang kerja Walikota Malang M Anton, ruang kerja Wakil Walikota Malang Sutiaji, ruang Sekretaris Daerah Kota Malang, menjadi sebuah pertanyaan dari publik. Siapa yang akan menjadi tersangka KPK?

KPK sendiri melalui Juru Bicaranya, Febri Diansyah, mengatakan bahwa penggeledahan yang dilakukan KPK bukan semacam OTT (Operasi Tangkap Tangan). Selain itu, hari ini KPK sedang melakukan kegiatan di bidang penindakan di sejumlah tempat di Kota Malang. Ini artinya, KPK memberikan sinyal, sebentar lagi bakal ada tersangka yang ditetapkan oleh KPK.

Lalu, dari data yang diterima Klikanggaran.com terdapat temuan potensi kerugian anggaran di pemerintah Kota Malang pada tahun 2015 dan 2016 sebesar Rp 2,8 miliar dengan 41 kasus. Kalau dibandingkan dengan pemerintah Kota Batu, Kota Madiun, dan Kota Mojokerto, potensi kerugiannya akan lebih besar.

Potensi kerugian pemerintah Kota Batu saja hamppir sebesar Rp 9,3 miliar dengan 55 kasus. Kemudian, untuk pemerintah Kota Madiun potensi kerugian negara sebesar Rp 6,4 miliar dengan 39 kasus, dan potensi kerugian negara pemerintah Kota Mojokerto sebesar Rp 5 miliar dengan 27 kasus.

Sedangkan untuk pemerintahan kota lain, potensi kerugiannya masih di bawah Kota Malang. Jadi, dengan adanya potensi kerugian negara tersebut, adalah sebuah kewajaran jika KPK melakukan penggeledahan di sana-sini di Kota Malang. KPK sepertinya bukan untuk mencari kasus. Tetapi, untuk mengembangkan sebuah kasus yang sudah di tangan KPK dan tinggal mengumumkan, siapa tersangka baru tersebut.

 

Korupsi

More Articles

Iklan Klikanggaran