• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (08-09-2018) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur akan memanggil semua anggota DPRD setempat periode 2004-2009, terkait kasus dugaan mega korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) yang terjadi pada tahun 2008 lalu.

Lebih dari seratus eks legislator akan diperiksa untuk menemukan siapa saja yang harus bertanggung jawab pada penyelewengan dana hibah itu. Kini kasus tersebut telah masuk ke tingkat penyidikan, tetapi belum ada tersangkanya.

"Sampai sekarang masih terus berjalan, bila perlu semua anggota dewan kita panggil, supaya lengkap (keterangannya)," kata Kepala Kejati Jawa Timur, Sunarta, di Surabaya, Jumat (7/9) pada awak media.

Dia mengakui, penyidik tidak bisa menetapkan tersangka hanya berdasarkan keterangan satu saksi, yaitu dari Bagoes Soetjipto yang merupakan saksi kunci. Diperlukan keterangan dari saksi lain untuk mencocokkan dan menguatkan adanya unsur pidana dan tersangkanya.

Sebetulnya, lanjut Sunarto, 15 anggota DPRD Jatim 2004-2009 sudah diperiksa beberapa waktu lalu. Mereka dipanggil berdasarkan keterangan Bagoes.

"Kalau perlu yang sudah diundang kita undang lagi. Tapi, sekarang yang belum dulu, siapa tahu dari mereka bisa dikorek," tegas mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua itu.

Untuk diketahui, dana hibah P2SEM senilai lebih dari Rp 200 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur mestinya mengalir ke ratusan kelompok masyarakat di tahun 2008. Untuk memperoleh dana hibah itu, proposal harus mengantongi rekomendasi anggota DPRD Jatim, kemudian pada pelaksanaannya terjadi penyelewengan oleh anggota DPRD.

Kejati sebenarnya sudah mengusut kasus itu sejak 2009, dan sudah menghukum Ketua DPRD Jatim saat itu, Fathorrasjid. Kemudian, kasus dibuka kembali setelah saksi kunci, dokter Bagoes, ditangkap di Malaysia Desember 2017 setelah buron sejak ditetapkan tersangka pada 2010. Dokter Bagoes kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo.

Sunarta berharap, semua pihak yang mengetahui atau terlibat P2SEM dan belum dipanggil untuk melaporkan dan menyerahkan data jika ada. Termasuk eks terpidana P2SEM yang tergabung dalam Tim Ranjau 9 bentukan almarhum Fathorrasjid.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...