• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (27/10/2017) - Bupati Nganjuk, Taufiqurahman, yang kena Operasi Tangan Tangan (OTT) KPK pada hari Kamis (26/10/17) kemarin, sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam dugaan kasus korupsi jual beli jabatan.

Saat Bupati Nganjuk terjaring OTT KPK pada Rabu, 25 Oktober 2017, dia ditangkap bersama sang istri, Ita Triwibawati. Saat ini, Ita sedang dipersiapkan untuk menjadi calon Bupati Nganjuk dalam Pilkada 2018.

Meskipun Ita Triwibawati ikut kena OTT KPK, tapi menurut Wakil Ketua KPK, Basaria Penjaitan, Ita tidak ikut ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Karena, untuk sementara tidak terlibat dalam kasus jual beli jabatan di Kabupaten Nganjuk.

Ita Triwibawati, selain sebagai istri tersangka yaitu Bupati Nganjuk, Taufiqurahman, juga menjabat sebagai Sektetaris Daerah (Setda) Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Mungkin, saat ini Ita harus berucap syukur atau alhamdullilah, karena lolos dari KPK, dan untuk sementara bisa melanjutkan karir sebagai Setda Kabupaten Jombang. Bisa juga melanjutkan pekerjaan perbaikan ruang kerja Bagian Umum Setda yang akan menghabiskan anggaran sebesar Rp100.000.000.

Selain itu, Setda juga sedang melakukan pemeliharaan rutin untuk proyek pembuatan Front Office Bagian Umum Setda, yang menghamburkan uang negara sebesar Rp150.000.000.

Dua proyek tersebut kini menjadi sorotan publik, karena anggarannya dinilai terlalu besar dan mahal sekali.

”Masa untuk dua proyek seperti itu saja bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp 250 juta?” kata salah seorang publik.

Dan, hal ini menurut publik tidak masuk akal, karena proyek yang dikerjakan itu kecil, tapi anggarannya sangat mahal. Ha ini tentu saja hanya akan menguras APBD Kabupaten Jombang.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...