• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (28-07-2018) - Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali meringkus komplotan pemain anggaran, pembajak uang rakyat, dan sumber malapetaka kesengsaraan di Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam perburuan yang dilakukan Kamis lalu, tidak tanggung-tanggung, sekali sergapan operasi tangkap tangan (OTT), KPK meringkus sekitar 12 orang dari berbagai unsur. Termasuk the spesial one (orang nomor 1) di Lampung Selatan bernama Zainudin Hasan, yang tidak lain adalah seorang bupati.

Hal tersebut amat disayangkan publik, mengingat ZH adalah sosok yang agamais dan merakyat. Terlebih lagi, ZH terbilang orang yang cukup mapan secara ekonomi.

Publik juga mengakui ZH memang sudah kaya sebelum menjabat sebagai bupati. Lantaran dirinya juga pernah menjadi dosen, pengacara, hingga pengusaha.

Bayangkan, sebelum menjadi Bupati, di tahun 2013 saja total harta kekayaannya sudah mencapai Rp 2,3 miliar. Dan, setelah menjabat Bupati mulai tahun 2014, jangan ditanya, harta kekayaannya meroket menjadi Rp 13,3 miliar berdasarkan LHKPN KPK.

Bahkan dalam LHKPN, sesungguhnya total kekayaan yang dimiliki ZH sebesar Rp 25,6 miliar. Dihitung Rp 13,3 miliar karena ZH memiliki hutang dalam bentuk pinjaman dan kartu kredit sebesar Rp 12,35 miliar. Kondisi ini sangat ironis bagi ZH, karena dengan kekayaan sekian banyak, justru dirinya teringkus OTT KPK dengan nilai hanya Rp 700 juta.

Publik tentu saja sangat menyayangkan, harusnya orang semacam ZH bersyukur sudah hidup berkecukupan dan fokus untuk mengurusi serta melayani rakyat. Bukan malah mencari-cari kekayaan lewat proyek-proyek, yang akhirnya menjerat diri sendiri.

Ini tentu saja menjadi pelajaran bagi semua pejabat di Indonesia untuk tidak mencari celah dan cara memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.

"Sudahlah wahai para pejabat, jangan kalian korupsi terus. Rakyat sudah susah, rakyat juga mau hidup lebih baik. Dengan kalian tidak korupsi, itu sudah sangat membantu," kata publik.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...