• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (8/12/2017) - Direktorat Tipidkor Bareskrim Polri telah melakukan penggeledahan di Kantor Direktorat Jendral MIGAS, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-5 Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim, Kombes Arief Adiharsa, mengatakan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari bukti-bukti yang diperlukan terkait dengan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan LPG Mini Plant di Musi Banyuasin tahun anggaran 2013 - 2014 senilai Rp99.017.000.000,- (sembilan puluh sembilan milyar tujuh belas juta rupiah).

“Pembangunan LPG Mini Plant di Musi Banyuasin adalah kegiatan dari Ditjen Migas Kementerian ESDM dengan tujuan bahwa pembangunan kilang akan memanfaatkan sumber gas di lapangan JATA untuk diolah menjadi LPG, dengan tujuan memenuhi kebutuhan LPG di sekitar Musi Banyuasin, Sumatera Selatan,” tutur Arief.

Proyek pembangunan LPG Mini Plant di Musi Banyuasin bersumber dari anggaran APBN Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2013-2014 secara multiyears. Pembangunanan tersebut dilaksanakan oleh PT. HOKASA MANDIRI dengan nilai kontrak sebesar Rp99.017.000.000,00.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik Bareskrim Polri telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa dokumen-dokumen, surat-surat yang berkaitan dengan pembayaran, laptop, komputer, handphone, dan flasdisk, yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi pembangunan LPG Mini Plant di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2017 yang lalu, berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik Direktorat Tipidkor Bareskrim Polri telah menetapkan 1 orang tersangka yang merupakan pegawai Ditjen Migas Kementerian ESDM atas nama DC yang bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Penggeledahan tersebut dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan sore hari.

Dalam penyidikan yang dilakukan oleh Subdit I Dit Tipidkor Bareskrim Polri ini, terhadap tersangka DC selaku PPK dalam kegiatan ini dikenakan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Atas beredarnya Siaran Pers terkait penggeledahan tersebut, Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), mengatakan, dari kasus LPG Mini Plant ini seharusnya menjadi pintu masuk untuk Bareskrim bisa menyisir semua dugaan korupsi yang pernah terjadi di Direktorat Jenderal Migas semasa Edy Hermantoro menjadi Dirjen maupun sesudahnya.

“Termasuk permainan tender wilayah kerja Migas dan CB, jaringan gas kota, rekomendasi ekspor Migas dan Kondensat bagian negara, seperti kasus "kernel oil" tahun 2012, serta permainan dana sosialisasi konversi minyak tanah ke gas,” tutur Yusri Usman pada Klikanggaran.com di Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Yusri Usman juga mengatakan, hampir 80% Blok Coal Bed Methane (CBM) dikuasi oleh group PT Sugico Graha, dan konon kabarnya diperoleh ketika Edy Hermantoro menjabat sebagai Dirjen Migas.

“Blok Coal Bed Methane (CBM) di seluruh Indonesia diduga dikuasai oleh pengusaha bernama Kokos hampir 80 %, di bawah bendera PT Sugico Graha,” pungkas Yusri.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...