• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (03-08-2018) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, Menteri Sosial, Idrus Marham, ikut terlibat dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Dugaan itu diakui Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, karena adanya beberapa pertemuan yang dilakukan Idrus dengan Direktur Utama PLN dan para tersangka.

Pertemuan tersebut, lanjut Febri, terlihat dari rekaman CCTV yang disita penyidik KPK di beberapa lokasi yang telah digeledah, termasuk di kantor dan di rumah Direktur PLN.

"Dari bukti-bukti yang ditemukan tersebut, memang ada beberapa pertemuan yang teridentifikasi dan perlu klarifikasi pada pihak-pihak yang bersangkutan,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Namun, hingga saat ini Febri belum bisa mengungkapkan apa kaitannya Idrus bertemu dengan Direktur PLN dan beberapa tersangka lainnya.

Febri menegaskan, pemeriksaan akan tetap dilakukan terhadap Eni Maulani Saragih dan Johannes B Kotjo terkait kasus suap tersebut.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII, Eni Maulani Saragih, sebagai tersangka kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Eni diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Uang suap itu merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...