• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (14-09-2018) - Berdasarkan penghitungan awal dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan ada indikasi kerugian negara lebih dari Rp 100 miliar dalam kasus dugaan korupsi jalan di Bengkalis, Riau.

"Kami masih menunggu finalisasi perhitungan kerugian negara dari BPK. Sampai saat ini perhitungan awal terdapat indikasi kerugian negara lebih dari Rp 100 miliar," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada media, Kamis (13/9/2018).

Febri menyatakan, jika hasil audit BPK selesai, perkara dugaan korupsi jalan tersebut akan terus dikembangkan, termasuk dugaan adanya pelaku lain.

"Nanti jika audit BPK tersebut sudah selesai, proses lebih lanjut di penyidikan ini, termasuk pengembangan pada pelaku lain akan lebih memungkinkan dilakukan," ucapnya.

KPK sendiri telah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi di Polda Riau pada Rabu (13/9). Dua saksi tersebut diperiksa untuk dimintai keterangannya terhadap tersangka MNS (Muhamad Nasir), mantan Kadis PU Bengkalis yang kini Sekda Kota Dumai. Selain MNS, sebelumnya KPK juga telah menetapkan Hobbt Siregar selaku Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction sebagai tersangka.

Keduanya diduga memperkaya diri sendiri atau korporasi terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Kecamatan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...