• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (11/04/2017) - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean, mengemukakan persoalan 34 PLTU yang mangkrak dan dinilainya hanya dijadikan mainan politik saja. Temuan BPK atas potensi kerugian negara sebesar 5,65 trilliun pada 34 Proyek PLTU bagian dari FTP II menurutnya patut diapreasiasi, meski angka itu belum menjadi sebuah angka yang final dan pasti. Angka itu masih merupakan angka potensi kerugian yang perlu dilakukan audit menyeluruh dan lebih tuntas, supaya kejelasan dan status hukum dari 34 proyek tersebut jelas. 

Menurut Ferdinand, kejelasan status hukum dari proyek tersebut amatlah penting dituntaskan, supaya tidak menjadi fitnah ke mana-mana, terutama bagi PLN. /selain itu, juga agar tidak menjadi mainan politik yang mendiskreditkan nama Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono. Seperti kutipan judul headline Koran Tempo hari ini, yang menggunakan judul tendensius "Negara Merugi Rp 5,65 Trilliun di Proyek Listrik SBY.

“Ini contoh yang mendiskreditkan nama SBY. Padahal proyek itu bukan proyek SBY, tapi proyek negara yang dilaksanakan oleh PLN. Judul tersebut juga bisa menimbulkan opini negatif kepada SBY, karena seolah kerugian itu terjadi karena SBY. Hal-hal seperti ini yang harus dihindari. Status hukum yang tidak jelas mengakibatkan potensi merugikan nama baik orang tertentu dan merugikan nama baik para pihak yang terlibat dalam proyek tersebut,” jelas Ferdinand dalam press releasenya, Senin (10/04/2017).

Ia mendukung Pemerintahan Jokowi untuk menuntaskan masalah 34 proyek PLTU yang mangkrak tersebut, yang total dayanya berkisar 622 MW. 34 PLTU tersebut adalah PLTU skala kecil yang memang diharapkan akan mampu meningkatkan ratio kelistrikan secara nasional, dan diharapkan melistriki daerah-daerah yang masih kurang handal sistem kelistrikannya.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...