• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (8/10/2017) - Andai Aditya Anugrah Moha, atau yang biasa dipanggil oleh pendukungnya dengan nama Didi, punya kewenangan untuk mengelola anggaran tahun 2017 untuk tenaga keamanan DPR sebesar Rp42.311.711.000, kemungkinan Didi bisa lepas dari "sergapan" atau OTT (Operasional Tangkap Tangan) KPK.

Bayangkan saja, pada dokumen yang diterima Klikanggaran.com tercatat, anggaran untuk tenaga keamanan DPR itu setiap tahun selalu naik, yang kenaikannya oleh publik dinilai benar-benar di luar akal kewarasan manusia. Anggaran keamanan DPR pada tahun 2017 adalah sebesar Rp 42,3 miliar, sementara pada tahun 2016 sebesar Rp34.816.071.600. Maka berarti kenaikan dari tahun 2016 ke tahun 2017 sampai sebesar Rp7.494.376.400.

Jadi, setelah melihat KPK menangkap dengan gampang anggota dewan yang bernama Aditya Anugrah Moha, berarti anggaran yang amat besar dan mahal untuk tenaga keamanan DPR tidak berpengaruh, atau tidak ada hubungannya dengan keamanan anggota dewan, ketika memang harus diciduk oleh KPK.

Atas hal tersebut, ada pernyataan perwakilan publik, bahwa anggaran tenaga keamanan DPR bukan untuk "mengamankan" anggota dewan dari operasi tangkap tangan KPK. Tetapi, kemungkinan untuk mengamankan Gedung DPR agar tidak miring. Atau, menjaga dari kasus-kasus kriminal dan menyeleksi rakyat, siapa yang boleh masuk atau dilarang masuk ke depan gerbang.

Hari itu, tanpa pengawalan dari tenaga keamanan DPR, seorang politisi muda yang bernama Aditya Anugrah Moha dari Fraksi Golkar sepertinya lagi apes bin sial, karena terciduk oleh operasi tangkap tangan KPK. Aditya ditangkap di Jakarta bersama dengan seorang Hakim yang bertugas di Sulawesi Utara.

Padahal, Aditya Anugrah Moha saat ini duduk di Komisi XI DPR, dan terpilih lagi menjadi Anggota DPR periode 2014 -2019 dari Partai Golkar mewakili Dapil Sulawesi Utara, dengan memperoleh sebanyak 77,264 suara. Sekarang, Aditya Anugrah Moha kemungkinan untuk sementara harus tinggal dulu di rutan baru KPK.

(Baca juga: Aditya Anugrah Moha Kena OTT KPK, Demi Bakti pada Sang Ibu?)

(Baca juga: Lomba Korupsi Partai Politik, Partai Golkar Takkan Terkejar?)

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...