• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (09-03-2018) - Jatuhnya tiang PCB 34 Tol Becakayu, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, pada 20 Februari lalu, mulai menemui titik terang.

Ada fakta mengejutkan, dimana ternyata pihak pelaksana proyek PT Waskita Karya hanya memasang empat baja pada bracket di tiang tersebut. Padahal yang seharusnya dipasang adalah 12 batang baja pada bracket tersebut.

Dari kondisi ini muncul dugaan publik, bahwa ada kesepakatan kontrak yang dilanggar perusahaan plat merah ini. Karena dengan beban mencapai 320 ton, idealnya ditopang oleh 12 batang baja. Namun naas yang terjadi, pihak pelaksana proyek justru hanya memasang empat baja.

Jatuhnya tiang tol Becakayu  pada 20 Februari lalu, juga mengakibatkan 6 korban terluka. Dimana tiga luka ringan dan tiga luka berat sampai harus dirawat inap di RS UKI.

Terkait kasus jatuhnya tiang tol Becakayu ini, Koordinator Analisis Center for Budget Analysis (CBA), Maghfira, berpendapat. Hal ini sudah menunjukkan ada indikasi tidak beres dalam proyek yang dijalankan PT Waskita Karya. Menurutnya, pihak berwenang harus bertindak cepat dan tegas agar kasus ini gamblang.

"Negara bisa rugi dua kali lipat kalau hal ini dibiarkan, karena proyek ini anggarannya berasal dari duit negara dan dilaksanakan oleh perusahaan milik negara. Jangan sampailah, ada pihak-pihak tertentu yang justru memanfaatkan hal tersebut," kata Maghfira pada Klikanggaran.com, Jumat (09/03/2018).

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...