• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

 

Jakarta, Klikanggaran.com (16/9/2017) - Pemerintahan Kabupaten Karawang secara geografis termasuk daerah dataran relatif rendah, mempunyai variasi ketinggian wilayah antara 0-1.279 meter di atas permukaan laut serta jumlah penduduk mencapai 2.059.742 pada tahun 2015. Demikian disampaikan oleh Wahyudin, perwakilan suara mahasiswa, dalam sebuah acara diskusi di Jakarta pada Jumat (15/9/2017).

Dia mengingatkan perihal Kabupaten Karawang yang dijuluki daerah lumbung padi di Jawa Barat. Dengan catatan, hampir semua wilayah di Karawang berpenghasilan padi. Secara keseluruhan penggunaan ruang di Kabupaten Karawang diarahkan kepada sektor pertanian.

Bahkan, lanjut Wahyudin, proporsi penggunaan ruang di Kabupaten Karawang sudah jelas, pertama pertanian 63,17 persen, kedua industri 10,87 persen, ketiga hutan 11,38 persen, keempat pemukiman, perumahan, dan perdagangan 9,16 persen, kelima wilayah kota dan kecamatan 5,094 persen, keenam budidaya kelautan 0,06 persen, dan ketujuh kawasan khusus 0,21 persen.

Wahyudin mengatakan, jika dilihat dari proporsi penggunaan ruang di Kabupaten Karawang, pertanian menduduki ranking pertama. Tapi, jika menyusuri jalan baru Karawang, kini menjadi pemandangan baru, hamparan padi berubah menjadi hamparan perumahan dan gudang-gudang yang baru dibangun.

"Lumbung padi berubah menjadi kawasan industri dan perumahan, biji padi menjadi biji besi. Jika lumbung padi berisi biji besi, apa harus kita impor beras untuk memenuhi kebutuhan dasar orang Indonesia? Tidak malukah kita pada kutipan lagu yang berbunyi, tongkat dan batu jadi tanaman, tapi nantinya harus impor beras memenuhi pertahanan pangan nasional?" tanya Wahyudin.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...