• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (15-05-2018) - Energi dan air merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat. Menyediakan energi dan air secara merata di berbagai daerah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut merupakan tanggung jawab dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Nampaknya, KemenESDM terus melebarkan sayapnya ke pelosok desa-desa kecil. Di Desa Welai Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, didampingi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dan Pjs. Bupati Alor Benyamin Lola, meresmikan sumur bor air tanah dan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT), serta membagikan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE), Sabtu (24/3).

Sumur itu dibangun untuk memenuhi keperluan air warga. Karena menurut salah satu warga di lokasi, sebelum sumur ada, mereka mesti membayar Rp150.000 untuk satu tangki air (ukuran truk) guna kebutuhan keluarga, dan air itu pun hanya memenuhi kebutuhan kurang dari 1 bulan. Sumur bor air tanah dalam di Desa Welai Timur dibangun dengan pembiayaan APBN Kementerian ESDM tahun 2017.

Sumur bor di Desa Welai merupakan satu dari 12 sumur di 8 kabupaten di NTT yang diresmikan Menteri ESDM. Dalam 12 tahun terakhir, Kementerian ESDM telah membangun 1.782 sumur bor air tanah yang dapat melayani sekitar 5 juta jiwa, termasuk 90 sumur di antaranya tersebar di wilayah NTT yang dapat melayani sekitar 75 ribu jiwa.

Sedangkan untuk keperluan listrik dan penerangan Menteri Jonan turut meresmikan sebanyak 21 unit pembangkit listrik EBT yang  tersebar di 5 kabupaten di NTT. Dengan total kapasitas sebesar 1.516 kWp (kilowatt peak), sekitar 2.737 keluarga yang sebelumnya tidak menikmati listrik sudah bisa menikmati listrik.

Hal yang sama, pembangkit listrik EBT tersebut dibangun dengan pembiayaan APBN tahun 2016-2017. Mungkin inilah yang disebut anggaran dari rakyat kembali lagi ke rakyat.

Pada kesempatan tersebut, Menteri ESDM juga memberikan secara simbolik lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) untuk 8 desa pada 3 kabupaten di NTT. Sejumlah total 1.747 LTSHE akan diberikan untuk 3 kabupaten dimaksud yaitu Alor, Sumba Tengah, dan Sumba Timur dengan pembiayaan APBN 2018.

Menteri ESDM berharap, dengan dibangunnya sumur bor air dan pembangkit listrik EBT di wilayah NTT ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat setempat.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...