• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

 

Jakarta, Klikanggaran.com (12/9/2017) - Proyek kereta api ekspres bandara sebagai modal transportasi alternatif menuju Soekarno - Hatta International Airport atau SHIA, sepertinya belum dapat skema pendanaan. Saat ini, sesuai dokumen yang diterima Klikanggaran.com, penetapan skema pendanaan proyek masih menunggu proses pembahasan di internal Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Tapi, sepertinya skema pendanaan proyek kereta api ekspres SHIA ini berpotensi "dijual murah", atau lebih dikenal dengan skema KPBU, atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha. Artinya, pendanaan proyek kereta api ekspres tidak seratus persen akan dibiayai oleh pemerintahan Jokowi, tapi dicari sumber pendanaan dari pihak swasta.

Hal yang menjadi kekhawatiran publik adalah, akibat dari pendanaan proyek kereta api ekspres SHIA oleh badan usaha atau swasta, maka fasilitas publik yang namanya kereta api, bisa-bisa dikelola atau dimiliki oleh swasta. Seperti aset-aset negara atas lahan untuk kereta api ekspres SHIA, kemungkinan bisa dikuasai atau dikendalikan oleh pihak swasta.

Jadi, proyek kereta api ekspres SHIA dengan skema KPBU yang membutuhkan lahan seluas 84,68 ha, dimana tadinya sebagian besar lahan dimiliki oleh pemerintah Indonesia, bisa-bisa dimanfaatkan untuk keuntungan bisnis pihak swasta.

Saat ini, kebutuhan lahan stasiun Dukuh Atas dan Manggarai untuk kereta api ekspres SHIA masih dimiliki oleh pemerintah. Tapi, besok atau lama kelamaan, bisa jadi bukan lagi digunakan untuk kepentingan publik, melainkan dimanfaatkan oleh pihak swasta. Publik bilang, untuk mencari untung, sekaya-kayanya.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...