• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (12-01-2018) - Perusahaan Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (PT. TASPEN), sebagai perseroan milik negara, telah mengangkat 6 anggota Dewan Komisaris. Dari 6 Komisaris TASPEN ini, dua orang Komisaris, yakni Eddy Abdurrachman dan Herry Purnomo, adalah mantan Pejabat Negara yang "dibuang" untuk menjadi Komisaris TASPEN.

Dan, 4 orang lainnya masih menduduki posisi "basah" dan staregis di berbagai kementerian. Hal yang lebih penting dan menjadi sorotan publik adalah, 6 orang komisaris ini sebetulnya berlatarbelakang "pegawai negeri". Sesuai istilah publik, mereka ini adalah pejabat negara yang ingin "nyambi" untuk mencari penghasilan tambahan, yang dalam bahasa halusnya, ditugaskan oleh pimpinan.

6 Anggota Dewan Komisaris tersebut adalah Eddy Abdurrachman sebagai Komisaris Utama. Herry Purnomo menjabat Komisaris Independen. Sedangkan untuk Anggota Komisaris adalah Ratih Nurdiati, Bima Haria Wibisana, Dwi Wahyu Atmaji, dan Wahyu Wibowo.

Untuk Eddy Abdurrachman, selain sebagai Komisaris Utama, saat ini juga menduduki jabatan sebagai Staf Ahli Menteri Keuangaan Bidang Hubungan Ekonomi Internasional sejak tahun 2006 sampai saat ini. Dan, pada tahun 2002 - 2014 pernah menduduki jabatan Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, tahun 2002 menduduki Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Untuk Herry Purnomo, sebelum menjabat Komisaris Independen, pernah menduduki jabatan sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangaan pada tahun 2011.

Kemudian Ratih Nurdiati, selain Anggota Komisaris, juga sebagai Wakil Sekretaris Kabinet sejak Januari 2017 sampai sekarang. Selanjutnya Bima Haria Wibisana, sejak tahun 2015 resmi menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara, sekaligus sebagai Dewan Komisaris TASPEN.

Sedangkan Dwi Wahyu Atmaji, selain Anggota Komisaris TASPEN, terhitung mulai bulan Oktober 2014, dilantik menjadi Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Lalu Wahyu Wibowo, selain menduduki Anggota Dewan Komisaris TASPEN, juga menjabat sebagai Kepala Biro Umum dan Humas pada Kementerian BUMN.

Maka sepertinya tidak salah jika publik menilai, banyak BUMN salah urus, atau dikelola dengan sangat tidak serius oleh para Direksi dan Komisaris. Karena Komisarisnya punya "double job" atau dua pekerjaan.

Artinya, para Komisaris itu tidak fokus mengurus TASPEN, yang penting ada gaji dan tunjangan tinggi masuk ke kantong pribadi.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...