• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

 

Jakarta, Klikanggaran.com (14-03-2018) - August H. Pasaribu dari LKBH atau Lembaga Konsultan Bantuan Hukum Universitas Wiraswasta Indonesia meminta kepada Menteri Hukum dan HAM untuk segera mencabut Permenkumham No 25/2017 tentang Ujian Pengangkatan Notaris (UPN).

Permintaan August H. Pasaribu ini dilatarbelakang terbitnya Permenkumham no 25/2017 tentang Ujian Pengangkatan Notaris (UPN) yang dianggap sangat memberatkan calon notaris.

Menurut August H. Pasaribu, sebelum terbitnya Permenkumham No 25/2017, calon notaris diangkat jadi notaris, tidak sesulit seperti sekarang, dimana harus melalui UPN.

Tapi, setelah muncul Permenkumham No 25/2017 tentang Ujian Pengangkatan Notaris (UPN), calon notaris harus merogoh uang dari kantong pribadi dengan anggaran yang lumayan besar untuk membiayai UPN yang diselenggarakan Kementerian Hukum dan HAM atas saran INI  Notaris Indonesia).  

Mahalnya UPN ini, menurut pengamat Hukum dari Universitas Wiraswasta Indonesia, August H. Pasaribu, akan berakibat pada masyarakat, khususnya pengguna jasa notaris yang akan dikenakan biaya lebih mahal dari standar sebelumnya.

Kemudian selain mahalnya UPN ini, yang perlu diketahui oleh publik adalah, calon notaris harus mengumpulkan 18 poin sebagai salah satu syarat agar diangkat jadi notaris. Dimana 18 poin diperoleh dari keharusan mengikuti semacam seminar yang diadakan oleh INI atau Ikatan Notaris Indonesia. Kemudian, yang mengejutkan adalah, harga satu kali seminar bisa sampai Rp 2 juta. Bahkan ada yang sampai Rp 2,5 juta dan ada juga yang Rp 3 juta.

Jadi, satu poin sama dengan satu kali seminar. Berarti calon notaris harus mengeluarkan dana sebesar Rp 54 juta untuk 18 poin dikalikan Rp 3 juta.

Dan, pengeluaran calon notaris sebesar Rp 54 juta ini, belum termasuk biaya penginapan dan transportasi.

Calon notaris zaman now, menurut publik saat ini benar-benar sedang "dijajah" alias dipersulit oleh para senior notaris dan negara, untuk bisa menjadi notaris. Teganya kalian...

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...