• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Palembang

  • Romi Herton Meninggal, Jadi Ingat Mahkamah Konstitusi

    Jakarta, Klikanggaran.com (28/9/2017) - Mantan Walikota Palembang, Romi Herton, akhirnya harus tutup usia saat masih menjalanin pidana penjara dalam kasus suap Pilkada Palembang. Kematian Romi Herton disebabkan adanya serangan jantung, dan meninggal dunia pada Kamis pagi sekitar pukul 01.30 WIB.

    Untuk diketahui, Romi Herton masuk penjara karena terbukti mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pemilihan kepala daerah atau pilkada Kota Palembang yang sedang ditanganin oleh Mahkamah Konstitusi. Pengaruh yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan uang sebesar Rp 14,1 miliar dan USD.316.700 kepada Hakim Konstitusi, M Akil Mochtar.

    Mendengar kabar kematian Romi Herton ini, jadi ingat lembaga Mahkamah Konstitusi (MK) yang sepertinya gampang dipengaruhi oleh duit. Padahal, anggaran untuk kebutuhan MK selalu dipenuhi oleh negara. Tentu, sumber duitnya berasal dari pajak rakyat.

    Ke depan, semoga saja Mahkamah Konstitusi tidak begitu gampang dipengaruhi oleh yang namanya duit. Karena pada anggaran tahun 2017, untuk sewa kendaraan operasional pejabat saja, Mahkamah Konstitusi akan menghabiskan anggaran sebesar Rp3.431.914.000.

    Anggaran sebesar Rp 3,4 miliar ini hanya untuk sewa kenderaan roda empat 2000 cc sampai 3400 cc. Dan, anggaran sebesar ini untuk menyewa kendaraan bagi pejabat Mahkamah Konstitusi, dinilai publik hanya buang-buang anggaran negara.

    “Sangat tidak berguna,” cetus seorang wakil publik yang tidak ingin disebutkan namanya.