• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Belanja Hibah

  • Renungan Akhir Tahun dalam Pengelolaan Belanja Hibah Pemkot Sabang

     

    Jakarta, Klikanggaran.com (29/12/2017) - Menjelang akhir tahun 2017, menuju tahun 2018 yang lebih baik lagi, tak ada salahnya merenungkan kembali masa-masa yang membuat kita gagal dan selalu salah dalam melangkah.

    Seperti, mempertanyakan tindakan yang membuat terjerumus dalam pengelolaan anggaran yang selalu menyimpang, tak pernah meresap langsung dan dirasakan oleh masyarakat.

    Seperti yang terlihat pada temuan Klikanggaran.com di Pemerintahan Kota (Pemkot) Sabang di tahun 2016, ditemukan 3 kasus pada belanja hibah yang bermasalah. Dimana dari laporan yang didapatkan, ditemukan adanya dugaan belanja hibah yang disalahgunakan sebesar Rp 3,95 miliar dan tidak tepat sasaran sebesar Rp 34,6 miliar. Selain itu ada temuan lainnya, yaitu pada realisasi dana hibah sebesar Rp 4,39 miliar yang tidak diketahui kesesuaian penggunaannya dengan naskah hibah.

    Hal ini dapat dijadikan sebagai bahan renungan bersama bagi pejabat Pemda Sabang, dimana dalam setahun ke belakang begitu buruknya pengelolaan belanja hibah. Hingga menimbulkan berbagai masalah yang bisa jadi, itu merugikan negara dan sedikit dirasakan manfaatnya oleh rakyat Sabang.

    Maka, dengan telah melewati tahun 2016 dan akan meninggalkan tahun 2017 guna memperbaiki pengelolaan anggaran yang baik di tahun 2018, kiranya aparat hukum semakin rajin dan fokus dalam menyapu bersih oknum yang berlaku membantah hukum dan tidak benar dalam mengelola belanja hibah, khususnya di Pemkot Sabang.

     

  • Soal Kenaikan Belanja Hibah Pemprov Sumsel TA 2016

    Klikanggaran.com (07/12/2017) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada tahun anggaran 2016 memiliki program bantuan dana hibah. Diketahui, untuk anggaran hibah tersebut, dihabiskan sebesar Rp 2,04 triliun.

    Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada dana hibah yang dihabiskan terdapat kenaikan sebesar Rp 403 miliar.

    Anggaran sebesar triliunan Pemprov Sumsel tersebut dihabiskan untuk bantuan dana hibah kepada lembaga kemasyarakatan serta untuk Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS).

    Total anggaran yang dikucurkan untuk dana BOS TA 2016 tersebut mencapai Rp 1,5 triliun. Angka tersebut naik drastis dari tahun anggaran sebelumnya yakni Rp 415 miliar.

    Pada kenyataan di lapangan, anggaran dana BOS yang digelontorkan oleh Pemprov Sumsel melalui dana hibah miliaran (triliunan) tersebut kontras dengan keadaan APM (angka partisipasi murni) di Pemprov.

    Seperti temuan APM tahun 2016, untuk tingkat sekolah SMP mencapai 76,0 persen, serta SMA mencapai 60,0 persen.

    Melihat anggaran triliunan tersebut, seharusnya dalam hal pendidikan di Pemprov Sumsel, dapat meningkatkan sarana dan prasarana. Hal ini guna mewujudkan pendidikan yang terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah dan berkualitas. Tidak ada komersialisasian pendidikan, serta tidak ada pendidikan yang dipolitisasi.

    Bahkan, dana pendidikan mestinya lebih jelas dan transparan penggunaannya, baik itu dalam mengelola dana dari APBN, APBD, serta dana lainnya.

    Demikian disampaikan oleh Koordinator Investigasi Kaki Publik, Wahyudin, pada Klikanggaran.com di Jakarta, Rabu (07/12/2017).