• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Wajib Pajak

  • Maribor Terpuruk Lawan Liverpool, Publik Terpuruk Lihat Ini

    Jakarta, Klikanggaran.com (2/10/2017) - Liverpool kembali membuat kemenangan cantik dengan menembus 3-0 ke gawang Maribor pada laga matchday 4 liga Champions di arena Anfield, Kamis tadi (2/11/2017).

    Kemenangan The Reds ini seolah amukan yang lama terpendam dan terlampiaskan saat bertanding dengan Maribor. Menariknya adalah, kemenangan ini membuat Liverpool di puncak klasemen Grup E dengan delapan poin. Sedangkan Maribor sendiri masih terpuruk di dasar klasemen.

    Keterpurukan ini pun dirasakan oleh publik, ketika meihat pengelolaan piutang pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2) di Pemerintahan Kabupaten Bogor. Diketahui, pada tahun 2016 hal tersebut ternyata bermasalah.

    Misalnya saja, dari laporan yang diperoleh Klikanggaran.com diketahui, terdapat piutang PBB P2 yang tidak valid sebesar Rp1.594.028.139. Dan, setelah ditelusuri, nilai piutang PBB P2 Kabupaten Bogor dilakukan dengan melakukan konfirmasi piutang PBB P2 terhadap 305 Wajib Pajak PBB P2 yang memiliki tunggakan selama 5 tahun berturut-turut, dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016. Total nilai tunggakan adalah sebesar Rp40.553.707.300.

    Konfirmasi tersebut dikirimkan kepada 305 Wajib Pajak PBB P2 berdasarkan data alamat wajib pajak. Bahkan, ditemukan juga sebanyak 135 surat konfirmasi dengan nilai total piutang sebesar Rp20.379.064.543 tidak sampai ke wajib pajak dan dikembalikan. Hal ini disebabkan karena beberapa hal seperti, alamat tidak jelas, tidak dikenal, pindah alamat, bangkrut, ditolak, dan WP sudah meninggal.

    Selain itu, dari surat konfirmasi piutang yang sampai kepada wajib pajak, hanya terdapat 13 Wajib Pajak yang membalas konfirmasi yang dikirimkan. Bahkan, menunjukkan hanya satu wajib pajak yang sependapat dengan nilai piutang PBB P2 yang ditagihkan kepadanya. Yaitu sebesar Rp111.149.169.

    Sementara 12 Wajib Pajak PBB P2 lainnya menyatakan bahwa pihaknya tidak sependapat dengan nilai piutang PBB yang menjadi tagihannya sebesar Rp1.594.028.139.

    Dari sekulimit temuan ini, tentu aparat hukum perlu melakukan penyelidikan atas ketidakvalidan piutang PBB P2 sebesar Rp1.594.028.139. Karena dikhawatirkan ada dugaan mark down.