• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Fir'aun

  • 8 Kasus Dugaan Mark Up Senilai 12,438 M di Kemendagri Ini Maruk Kayak Fir'aun

    Jakarta, Klikanggran.com (15/11/2017) - Adanya dugaan mark up hingga puluhan miliar rupiah di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dinilai publik ibarat Fir'aun yang "maruk" banget.

    Hal ini yang membuat rakyat jengkel, karena jatah APBN yang diberikan kepada kementerian tersebut melebihi belanja yang sudah ditentukan, atau ada kelebihan pembayaran.

    Mungkin rakyat akan menganggap wajar jika kelebihannya hanya sekian juta, namun pada faktanya, setiap belanja di kementerian tersebut bisa mencapai ratusan juta dan miliaran rupiah. Bahkan, kelebihan bayar pun bukan hanya satu atau dua kali, melainkan 8 yang tercatat kelebihan pembayaran.

    Publik berharap, hal ini segera diusut oleh aparat hukum baik KPK atau Kejaksaan Agung RI. Rincian 8 kasus dugaan mark up sebesar Rp 12,438 miliar itu adalah sebagai berikut :

    1. Kelebihan pembayaran atas belanja lembur sebesar Rp229.256.150.

    2. Kelebihan pembayaran sebesar Rp240.340.050 atas uang saku dan uang transport kegiatan paket meeting.

    3. Kelebihan pembayaran uang saku rapat dalam kantor sebesar Rp383.580.000.

    4. Kelebihan pembayaran Biaya Langsung Personil (BLP) dan Biaya Langsung Non Personil (BLNP) atas pekerjaan jasa konsultan sebesar Rp202.541.920.

    5. Kelebihan pembayaran pada delapan Satker Kemendagri sebesar Rp554.785.512.

    6. Kelebihan pembayaran Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan yang tidak bersifat koordinatif sebesar Rp848.475.500.

    7. Kelebihan pembayaran Honorarium Narasumber/Moderator, Honorarium Tim Kegiatan/Output dan Honorarium Lainnya sebesar Rp4.586.034.255.

    8. Kelebihan pembayaran Belanja Bahan sebesar Rp5.396.369.760.