• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (29-09-2019) - Pasar semen dalam negeri saat ini nampaknya kurang bergeliat. Permintaan dalam negeri di tahun lalu saja hanya mencapai 63 juta ton.

Padahal, tercatat saat ini kapasitas produksi pabrik semen di Indonesia mencapai 107 juta ton. Di samping itu, kegelisahan para pengusaha juga bertambah, karena dalam waktu dekat akan bermunculan sejumlah pabrik semen baru. Sehingga, diproyeksikan total kapasitas ke depan akan mencapai 120 juta ton.

Di lain sisi, Direktur Pemasaran & Supply Chain PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), Adi Munandir, mengatakan, beberapa perusahaan tidak bisa begitu saja memanfaatkan kapasitas pabrik yang berlebih ini untuk menggenjot ekspor.

Sebab produk yang bisa diekspor merupakan produk-produk yang memiliki grade exportable. Produk semen juga memiliki masalah lain dan menjadi tidak ekonomis untuk ekspor ketika biaya logistik tinggi.

"Walaupun di Semen Indonesia kegiatan ekspornya meningkat hampir 1,5 kali dari tahun lalu, tapi masalahnya dari semua pemain yang ada di Indonesia, tidak semua produknya exportable," katanya, seperti dilansir CNBC Indonesia, Rabu (26/9/2018).

Untuk pabrik yang berlokasi di tengah pulau, hasil produksinya tak bisa diekspor karena akan ada tambahan biaya logistik. Sehingga pada akhirnya produk dan harga yang dihasilkan tidak kompetitif dan tak ekonomis.

"Semen Indonesia sendiri menargetkan sepanjang tahun ini ekspor bisa mencapai 3 juta ton dari dinamika pasar yang ada. Tapi, yang lain belum tentu bisa melakukan hal yang sama, karena misalnya fasilitas produksi tidak di dekat pelabuhan. Jadi, lokasinya memang didesain untuk pemakaian domestik," tutupnya.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...