• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (25-09-2018) - Otoritas pengawas persaingan usaha Singapura (Competition and Consumer Comission of Singapore "CCCS") akhirnya menetapkan denda sebesar SG$ 12,9 juta atau setara Rp 141,6 miliar kepada Grab dan Uber. Sanksi denda tersebut dijatuhkan otoritas karena Grab dan Uber terbukti telah melakukan monopoli pasar.

CCCS mengumumkan jika akuisisi tersebut telah melanggar aturan persaingan usaha di negaranya setelah investasi dilakukan selama beberapa bulan. Adapun otoritas Uber didenda SG$ 6,58 juta sementara Grab didenda SG$ 6,42 juta.

Dalam menjatuhkan denda, CCCS mengatakan, pihaknya mempertimbangkan turnover perusahaan, kultur, durasi, dan keseriusan pelanggaran serta faktor-faktor mitigasi. Selain itu, berdasarkan laporan investigasinya, CCCS juga menekankan bahwa Grab meningkatkan harga setelah mengakuisisi kompetitornya, Uber.

Pada Maret 2018, perusahaan transportasi online Grab resmi telah mengakuisisi Uber di seluruh Asia Tenggara. Akibatnya, kesepakatan itu telah menyebabkan berkurangnya kompetisi secara signifikan dalam pasar aplikasi berbagi tumpangan (ride-hailing).

Sebagai bagian dari laporan investigasi, CCCS juga menekankan bahwa Grab meningkatkan harga setelah mengakuisisi kompetitornya, Uber. Otoritas menemukan bahwa tarif Grab di luar promosi, telah naik antara 10% sampai 15% setelah kesepakatan akuisisi.

CCCS juga menemukan, Grab saat ini menguasai 80% pangsa pasar. Efek kekuatan koneksi juga mempersulit kompetitor lainnya untuk tumbuh di pasar yang sama. Ditambah lagi dengan perjanjian eksklusif Grab pada perusahaan-perusahaan taksi, mitra penyewaan mobil, dan pengendaranya.

CCCS juga mengumumkan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah kompetisi dan mengurangi dampak pada pengendara dan pengguna karena perjanjian tersebut, Senin (24/8/2018).

Mereka memerintahkan Grab untuk menghapus perjanjian eksklusif dengan pengendara dan taksi. Pengendara Grab harus bebas untuk menggunakan aplikasi berbagi tumpangan manapun.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...