• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (30-09-2018) - Minggu ini menjadi pekan yang menggembirakan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebab, IHSG berhasil membukukan hasil positif sebesar 0,31% karena adanya investor asing yang kembali menyetorkan dananya ke bursa saham tanah air.

Nilai dari investor yang masuk pun cukup lumayan, yakni mencapai Rp 1,6 triliun. Jelas ini cukup memberikan dampak positif bagi geliat bursa saham. Adapun total nilai investasi tersebut diketahui sebagian besar masuk ke dalam 5 saham perusahaan yang bisa dibilang favorit para investor di minggu ini.

5 perusahaan yang dikoleksi investor asing tersebut di antaranya PT Bank Central Asia Tbk/BBCA sebesar Rp 559,6 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM sebesar Rp 316,4 miliar, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk/SRTG sebesar Rp 194,1 miliar, PT Bukit Asam Tbk/PTBA sebesar Rp 187,3 miliar, dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk/ROTI sebesar Rp 166,6 miliar.

Sebagai negara berkembang, Indonesia sangat dipengaruhi dengan investor asing. Ketika investasi yang datang ke dalam negeri besar, maka pembubuhan nilai positif pun bakal tertorehkan dan saham IHSG pun dinilai baik. Namun, bila kemudian para investor asing itu menarik uangnya dan menjual sahamnya, otomatis nilai saham pun akan terkoreksi turun.

Kondisi semacam ini sebenarnya tidak bisa dibilang buruk, tidak bisa juga dibilang bagus. Hanya saja, coba mari kita melihat sedikit persoalan untung rugi dari investasi yang ada.

Indonesia yang masih dalam kategori berkembang tentunya memiliki harapan dan cita-cita untuk terus tumbuh perekonomiannya. Untuk menopang hal tersebut, Indonesia membutuhkan sarana dan prasarana yang cukup kuat dan tangguh, berupa infrastruktur. Untuk membangun infrastruktur tersebut sudah pasti membutuhkan modal, oleh sebab itu Indonesia akan sangat bergantung pada dana dari luar untuk bisa merealisasikan tujuannya.

Akan tetapi, ada konsekuensi yang didapatkan Indonesia, yakni Indonesia pun harus mengembalikan investasi yang ada lebih banyak kepada sang investor. Sementara, untuk sang investor yang merupakan pihak dengan kelebihan uang akan menginvestasikan uangnya guna menghasilkan uang lagi.

Ini bagaikan menanamkan pohon uang. Sang investor hanya tinggal menyiram, pohon uang pun tumbuh besar dan berbuah.

Salah satu bentuk investasi yang terjadi di bursa saham, merupakan cara bagi investor untuk menghasilkan uang yang ditanamnya dalam bentuk deviden. Selain itu, jika nilai saham sedang naik dan investor menjualnya, maka dia pun akan mendapatkan keuntungan dari nilai selisih lebih saat ia membeli sahamnya.

Enak, bukan? Selain investor, tentu yang paling diuntungkan dari adanya investasi khusus di pasar saham adalah perusahaan. Sebab, perusahaan otomatis akan mendapatkan suntikan dana. Sehingga perusahaan bisa meningkatkan produktifitas dan operasional.

Mestinya, dari aktivitas investasi yang ada semacam ini, Indonesia sebagai negara juga bisa diuntungkan, yakni melalui adanya pajak. Namun, karena negara ini sungguh baik, arif, dan bijaksana, maka banyak sekali pemerintah memberikan kelonggaran pajak bagi para investor asing. Bahkan, pada kasus-kasus tertentu, pemerintah memberikan insentif pajak. Jadi, kurang enak apalagi investor asing di Indonesia???

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...