• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (23/01/2017) - Sektor Produksi Kredit Usaha Rakyat (KUR) naik hampir dua kali lipat tahun 2017 dari total plafon penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2017 sebesar Rp 110 Triliun. Angka ini berlaku sejak 1 Januari 2017, sehingga tidak merugikan penyalur yang telah menyalurkan KUR di tahun 2017 sebelum plafon ini ditetapkan.

Selain itu, porsi penyaluran KUR berdasarkan skema adalah 81% untuk KUR Mikro, 18% untuk KUR Ritel, dan 1% untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Subsidi bunga KUR Mikro berubah menjadi 9,55%. Porsi penyaluran KUR sektor produksi (pertanian, perikanan, industri) ditargetkan naik hampir 2 kali lipat menjadi 40% di 2017, dari realisasi 2016 (22%). Menko Perekonomian berharap penyaluran KUR untuk sektor produksi pertanian lebih merata pada komoditas-komoditas selain padi.

“Saya sebetulnya berharap kredit untuk sektor produksi pertanian itu tidak hanya untuk padi, tapi juga bisa tebu, bawang merah, dan lain-lain,” ujar Menko Perekonomian, Darmin Nasution, saat memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Jakarta, Jumat (20/01/2017).

Adapun realisasi penyaluran KUR 2016, per 31 Desember 2016 sebesar Rp 94,4 Triliun atau 94,4% dari target penyaluran Rp 100 Triliun. Dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 0.37% dan tersalurkan pada 4.362.599 debitur. Kendati angka ini sedikit di bawah target, namun patut diapresiasi di tengah kondisi melemahnya perekonomian global.

KUR Mikro memiliki porsi penyaluran terbesar yaitu Rp. 65,6T (69,5%), lalu KUR Ritel Rp. 28,6T (30,3%), dan KUR Penempatan TKI Rp. 177 M (0,2%), BRI dengan penyaluran KUR tertinggi (Rp 69,4 Triliun), lalu Bank Mandiri (Rp 13,3 Triliun), dan BNI (Rp 10,3 Triliun). Sisanya oleh BPD. Berdasarkan wilyah, penyaluran KUR masih didominasi di provsinsi yang ada di Jawa. 3 provinsi dengan penyaluran KUR tertinggi yaitu Jateng, Jatim, Jabar.

Untuk provinsi di luar pulau Jawa, penyaluran KUR yang tinggi yaitu Sulsel dan Sumut. Kinerja tersebut sesuai dengan sebaran UMKM di Indonesia. Sepakat dengan Menko Darmin.

Ketua OJK juga menjelaskan, tantangan utama saat ini adalah bagaimana menggeser alokasi KUR ke sektor-sektor produksi. Menteri BUMN juga menambahkan tentang pentingnya pendataan untuk sektor produksi.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...