• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (11-10-2018) - Pemerintah Kota Bekasi dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, terhitung sejak tahun 2014 sampai 2017, menjalankan proyek pengadaan barang/ jasa berupa pakaian dinas. Pagu anggaran yang disiapkan oleh Pemkot Bekasi untuk pengadaan ini adalah sebesar Rp1.807.433.500. Proyek pengadaan tersebut dibawah tanggung jawab satuan kerja (satker) Sekretariat DPRD.

Pertama untuk tahun 2014, proyek yang dimenangkan oleh CV. Jaya Putra Mandiri nilai kontraknya adalah sebesar Rp354.999.000. Sedangkan anggaran yang disediakan adalah sebesar Rp362.200.000.

Kemudian, ada CV.Citra Tanmia yang memenangkan proyek tahun 2015, dengan nilai kontrak yang disepakati kedua belah pihak sebesar Rp476.980.000. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp491.390.000.

Ketiga tahun 2016 dimenangkan oleh CV. Jaya Putra Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp482.000.000. Pagu anggaran yang disiapkan oleh Pemkot Bekasi adalah sebesar Rp491.117.500.

Terakhir di tahun 2017, dimenangkan oleh CV. Toyaguci dengan nilai kontrak Rp446.750.000 dan anggaran yang disiapkan sebesar Rp462.726.000.

Mencermati keseluruhan proyek pengadaan pakaian dinas Pemkot Bekasi ini, KAKI PUBLIK menemukan indikasi kebocoran anggaran sebesar Rp245.373.500. Kondisi ini disebabkan Pemerintah Kota Bekasi memenangkan perusahaan tertentu pengadaan pakaian dinas dengan nilai kontrak pengadaan yang jauh lebih mahal.

"Pemkot Bekasi mengesampingkan perusahaan-perusahaan yang menawarkan nilai kontra lebih efisien," kata Wahyudin, Koordinator Investigasi Kaki Publik, pada Klikanggaran com, Kamis (11/10).

Wahyudin mencontohkan dalam pengadaan proyek pakaian dinas tahun 2016, Pemkot Bekasi memenangkan CV. Jaya Putra Mandiri dengan nilai kontrak Rp482.000.000. Angka tersebut menueut Wahyudin jauh lebih mahal dari harga yang ditawarkan oleh CV.Kartika Wijaya dengan nilai Rp382.085.000.

"Terdapat selisih yang besar, mencapai Rp109.032.500 dari pagu anggaran yang disediakan," kata Wahyudin.

Atas kondisi tersebut, KAKI PUBLIK mendorong pihak berwenang yakni Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi untuk membuka penyidikan terkait pengadaan pakaian dinas. Karena menurutnya, seharusnya pengadaan pakaian dinas dapat dihemat dan menggunakan anggaran ke sektor yang lebih nyata dapat dirasakan masyarakat.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...