• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Bekasi, Klikanggaran.com (16-04-2018) – Saat ini Pemkot Bekasi telah menetapkan pemenang atas 3 proyek pembangunan flyover, di antaranya Flyover Rawa Panjang, Flyover Cipendawa, dan Flyover Caman di Kota Bekasi. Ketiga proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab kelompok kerja B untuk barang/jasa bagian fasilitas pengadaan barang dan jasa Sekretariat Daerah Kota Bekasi Tahun Anggaran 2018. 

Terkait hal tersebut, Jajang Nurjaman, Koordinator Center for Budget Analysis (CBA) mengatakan, anggaran yang dihabiskan oleh masing-masing flyover tersebut antara lain :

(1) Flyover Cipendawa menghabiskan Rp721.772.000 untuk Jasa Konsultansi dan konstruksi sebesar Rp91.819.350.000;

(2) Flyover Rawa Panjang untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp721.772.000 dan konstruksi  sebesar Rp78.051.670.000;

Serta Lanjutan Pembangunan Jembatan di atas Tol Caman yang menghabiskan anggaran sebesar Rp651.766.000 untuk Jasa Konsultasi dan untuk konstruksi  sebesar Rp25.219.500.000.

“Potensi kerugian negara yang ditimbulkan itu mecapai Rp 30,2 miliar, itu karena pemenang tender terlalu mahal. Padahal ada harga yang lebih ekonomis yang ditawarkan,” terang Jajang Nurjaman, pada Klikanggaran.com, Senin (16/04/2018).

Sementara itu, Direktur Kaki Publik, Adri Zulpianto, membenarkan apa yang diungkapkan oleh Jajang. Dirinya, yang saat bersamaan dengan CBA melaporkan dugaan penyimpangan tersebut, mengatakan bahwa potensi kerugian Rp 30 miliar ini kuat karena pola tidak terbukanya pelelangan untuk semua pengikut lelang. Selain itu juga adanya dugaan monopoli persyaratan lelang, sehingga tidak bisa diikuti banyak pihak.

Untuk diketahui, ketiga proyek tersebut mendapatkan bantuan anggaran dari pihak Pemkot DKI Jakarta untuk anggaran di tahun 2018. 

“CBA dan Kaki Publik berharap agar laporan yang disampaikan ke Kejari Kota Bekasi dapat segera ditindaklanjuti,” tutup Adri Zulpianto.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...